"It's time for me taking a break from the hustle and bustle of the world twitter".

of sayin' I'm Tired of tryin'
and I'm tired of lyin
I know I've been smilin', but inside I'm dyin'
I'm tired of thinkin' that my hearts not achin'
I can't stay - no way.

Sedikit menghela nafas sebelum keadaan ini semakin memburuk, hey there...sudah agak lama rasanya gw tidak banyak bicara di Twitter, padahal belum lama ini gw sempat memposting cerita "random" gw mengenai betapa besar rasa sayang gw kepada account twitter @SashaIbrahiem, tapi seperti kalimat pembuka postingan gw kali ini yang intinya adalah "Lelah".

Belum pernah gw merasa selelah ini menghadapi sesuatu, tapi percaya atau tidak gw benar-benar berada di titik terlemah gw di bulan November ini, Sigh....dan menghela nafas panjang memang selalu membantu gw untuk merasa lebih tenang beberapa saat, banyak hal-hal negatif yang sedang mencoba untuk membunuh gw secara perlahan dan itulah kenapa gw selalu butuh "Yoga", Inhale Exhale adalah salah satu obat terbaik ketika gw sedang benar-benar berjuang dan berperang melawan diri sendiri.

"Musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri" sering kali gw berkata demikian ke beberapa lawan bicara gw ketika sedang membahas tentang "hidup", dan bicara soal hidup akhir-akhir ini gw mulai dihantui lagi dengan pertanyaan mendasar dalam sebuah kehidupan "Apa yang mau gw lakukan kedepannya?", pertanyaan yang selalu berhasil membuat galau semalam suntuk. Why oh why...The future .. why the future must be a secret?, kenapaaa....gw kembali menjambak rambut gw sambil berpikir keras apa yang harus gw perbuat untuk hari esok dan kedepannya?.

Waktu terus saja berjalan dan tanpa gw sadarin sebentar lagi bulan November harus segera berganti dengan bulan Desember, ya seharusnya gw menari bahagia karena Desember akan segera datang. Kenapa gw harus senang? mungkin gw akan sedikit menyelipkan cerita kenapa gw begitu mencintai bulan Desember, pertama gw seorang Muslim (Ber-agama Islam) gw memang bukan Islam yang 100% taat beragama yes to be honest. Tapi kalau gw boleh jujur gw selalu suka dengan suasana Natal ntah kenapa tapi sedari dulu perayaan Natal adalah yang paling gw tunggu-tunggu ketika bulan November sudah memasuki kehidupan gw, rasanya gw ingin sekali men-skip bulan November supaya gw bisa segera bertemu dengan bulan Desember. Salju, Pohon Natal, lagu-lagu natal, film kartun natal, kumpul bersama keluarga wow..mendengarnya saja sudah membuat gw benar-benar tidak sabar menanti bulan Desember, banyak hal yang gw suka dari bulan Desember dan apapun yang terjadi di bulan Desember pasti membuat gw tetap bisa berpikir positif bahkan dikala gw dilanda sesuatu yang tidak mengenak-kan sekalipun.

Oke..mari kita skip bagian itu, kembali lagi dengan pertanyaan "Apa yang akan gw lakukan kedepan"?. Dan mari sedikit flashback sejenak dengan apa yang terjadi kepada gw beberapa hari belakangan ini, beberapa minggu yang lalu gw harus dihadapkan pada dua pilihan yang benar-benar menguras tenaga dan pikiran gw. Dan itu terjadi lagi ketika gw sedang duduk berdua dengan "Bapak" (My real father) dan sesaat itu pula muncul lah sebuah percakapan yang sudah sangat menampar gw dalam waktu sekejap, dimulai dari..

Him : " Sudah berapa banyak uang yang Papah keluarin ya untuk benerin rumah dan keperluan kesehatan papah? (Read :Dokter Gigi)"

Me : " Banyak" (sambil menatap jalanan dengan tatapan kosong).

Him : "Belum lagi biaya S2 dan biaya pernikahan kamu nanti ya".

Me : Oh God..seriously? hening...menghela nafas...hening...dengan nada berat "S2 aja dulu yang 
         harus dipikirin sekarang".

Him : " Menikah juga harus dipikirkan, papah bingung sekarang belum lagi kamu masih engga jelas
              antara S2 atau kerja di *****".

Me : Kembali hening...berpikir...hening..dan berkata "Engga tau, bingung juga".

Him : " Kalau udah jelas kan enak, terus sekarang maunya kamu apa? tinggal sebulan lagi loh".

Me : OH MY GOD...SEBULAN LAGI????? ARRRGGHHHHHHH (Gw memilih diam)

Him : " Kamu mesti pikirin dari sekarang, sayang waktunya loh nak".

Me : " Iya pah.....".

And we're back...saat itu diam adalah keputusan terakhir gw jika harus memilih berdebat atau diam, gw semakin ingin mengacak-acak rambut gw dan menjambaknya dengan keras, gw engga tau harus menjawab apa dari pertanyaan itu..sedangkan bulan November sudah benar-benar hampir berganti, gw butuh solusi bukan motivasi karena gw yakin ketika gw bercerita kepada seseorang yang akan gw hadapi adalah serentetan kata-kata motivasi dari seorang motivator dadakan, bukannya gw tidak membutuhkan motivasi tapi saat ini yang menjadi kebutuhan primer gw adalah "Solusi atau Jalan Keluar".

Di kamar gw sudah terpampang rapih brosur tes TOEFL yang seharusnya sudah gw lakukan sedari dulu, tapi karena rasa malas yang berkepanjangan membuat hal-hal krusial macam itu pun harus terbengkalai. Gw merasa seperti anak SMA yang sedang mencari jati dirinya dengan cara terlalu banyak berpikir tanpa bertindak, dan sampai akhirnya gw melupakan hal-hal penting lainnya. Sudah 2 orang menyuruh gw mengambil kesempatan untuk bekerja di ****, tapi ketika mengingat betapa bodohnya gw yang menyia-nyiakan kesempatan gw di S1 kemarin rasanya gw hidup hanya untuk disiksa oleh rasa bersalah gw selama ini. Menurut gw pribadi pendidikan akademik memang sangatlah penting tetapi mengingat ini bekerja di **** adalah sebuah kesempatan emas yang Belum tentu datang untuk kedua kalinya, maka gw putuskan untuk kembali menjambak rambut gw sambil berteriak "Gw butuh solusi bukan Motivasi".

It's not hard to make decisions when you know what your values are.  ~Roy Disney

Decisions become easier when your will to please God outweighs your will to please the world.  ~Anso Coetzer




Reactions: