You better stop, look around
Here it comes, here it comes, here it comes, here it comes
Here comes your nineteenth nervous breakdown
Oh, who's to blame, that girl's just insane
Well, nothing I do don't seem to work
It only seems to make the matters worse. Oh, please
.

Sepenggal lagu manis dari Rolling Stone yang berjudul 19th Nervous Breakdown, berhasil membuat gw mengelus jidat sambil sesekali menarik nafas panjang, sebenernya gw sering melakukan inhale ixhale berulang-ulang untuk mengatur pola emosi gw setiap sedang berhadapan dengan hal-hal yang sekiranya mampu menguras emosi jiwa, tapi kali ini gw tidak melakukan inhale exhale seperti biasa tapi gw sedang mengatur strategi bagaimana caranya gw bisa menghadapi besok tanpa sedikitpun melakukan kesalahan bodoh yang biasa gw perbuat.

But then I am just an ordinary person who can make a mistake at any time, sedikit bercerita apa yang akan terjadi besok, Hari Sabtu tanggal 12 November 2011 kemarin gw sedang melakukan perjalanan singkat ke Garut untuk menemani Ibu hadir disebuah undangan temannya, seperti biasa ketika gw diharuskan ikut menemani Ibu pergi gw akan berubah dari Sasha yang AKTIF menjadi Sasha yang PASIF, dalam waktu kurang dari 2 jam gw sudah terdiam sambil bermain Ipad dan berkutat dengan dunia Imajinasi gw yang bersiap membuat konsep (as usual) tapi engga ngerti kenapa keinginan gw untuk diam hari itu sungguh membabi buta, dan seperti biasa juga engga biasa-biasanya gw terdiam parah seperti ini mungkin gw akan mendapatkan sesuatu (feeling perempuan).

And then ketika matahari mulai perlahan turun Ibu pun menghampiri gw dengan ekspresi muka setengah seneng setengah panik sisanya absurd, sambil sedikit menganga cantik diapun berkata "Ayah (My 2nd dad) bilang hari Rabu besok kamu dipanggil Bapak ***** untuk Interview di ****" (Sebuah Stasion TV besar) gw yang tadinya sedang asik membaca blog orang akhirnya terdiam sambil ikut menganga karena terkejut selayaknya orang yang menang lotre dengan hadiah uang yang bisa dipakai buat menghidupi 3 Negara, sambil mencoba untuk menutup mulut gw yang terbuka hampir 2 menit gw pun mengeluarkan suara lemas yang berbunyi "Hoooo My God" ntah ekspresi apa yang harus gw berikan.

Mungkin banyak dari kalian yang akan bilang "Lo harusnya seneng Sha, ini kesempatan lo buat kerja di tempat yang lebih baik, ini kesempatan emas buat lo" dengan senyum terpaksa gw akan berkata "Gw sedang tidak berada di pertandingan Lari Marathon dari kenyataan dan berharap mendapatkan emas, jadi jangan bawa-bawa emas". Oke skip bagian itu dan mari kembali untuk serius, ya memang seharusnya gw SENANG BUKAN KEPALANG mendengar berita super baik itu, tapi yang menjadi permasalahan adalah 3 Bulan yang lalu gw membuat keputusan mutlak yaitu gw memilih untuk melanjutkan pendidikan akademik gw ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S2, dengan alasan gw ingin membayar kesalahan gw ketika S1 kemarin. Lalu disaat waktu semakin dekat dengan pergantian tahun yang akan terjadi sebulan lagi otomatis seharusnya gw sudah bersiap untuk melakukan tes TOEFL, kesehatan, dll untuk persiapan S2 seperti rencana awal gw.

Kesempatan emas yang Bokap kasih ke gw untuk S2 engga akan gw sia-siakan, lalu sekarang gw dikasih kesempatan jauh lebih emas yaitu menghadiri Interview besar, mungkin hanya sekedar Interview yang masih memiliki banyak kemungkinan kedepannya, gw mencoba untuk berpikir positif oke kalaupun gw diterima gw akan mencoba setahun menjadi seorang karyawati dan menjadi Mahasiswa secara bersamaan, banyak ko dari mereka yang sukses dengan menjalankan keduanya secara bersamaan. Lalu pikiran positif gw kembali dibuyarkan dengan hal-hal negatif yang menganggu gw yaitu "Kalau gw harus kuliah serta kerja secara bersamaan lalu bagaimana dengan kehidupan pribadi gw?", lagi dan lagi tiba-tiba gw ditampar oleh sebuah pernyataan yang datang dari hati kecil gw "Jangan EGOIS, pikir panjang sebelum bertindak".

Seketika sepersekian hati kecil gw berkata dengan lembut "Jika kita menjalani semua aktifitas dengan hati yang Ikhlas dan Positif, semua akan terasa lebih ringan dari apa yang pernah kita bayangkan", Oke gw mencoba memberanikan diri untuk mengambil saja Interview itu dan tetap pada mimpi gw untuk bertahan dengan cita-cita gw yaitu menghapus segala dosa di S1 dengan meneruskan pendidikan S2 nanti. Solusi untuk masalah ini sudah terjawab dengan sendirinya tanpa harus menghubungi Mario Teguh si Bapak Motivator yang kalau menurut gw  engga ada gunanya, lalu apa yang membuat gw tetap memegang kepala sambil sedikit mengelusnya sambil menatap layar laptop gw dengan tatapan nanar seakan didepan mata gw ada jurang tajam yang sewaktu-waktu siap menyambut gw dengan suara tajam *Huwaaaaawww* (Sedikit berimajinasi).

Well, inilah alasan mengapa gw masih duduk cantik sambil memegang kepala dan terus mengelusnya, Ntah orang menamainya apa tapi gw biasa menyebutnya dengan "Kecemasan Sosial" maksudnya adalah ketika mendengar kata Interview yang ada dikepala gw adalah gambaran sebuah ruangan putih besar yang hanya terdapat meja tulis serta dua kursi yang saling berhadapan, lalu ketika gw mulai duduk diam disalah satu sudutnya engga lama kemudian datanglah seseorang berjubah hitam dengan membawa tongkat panjang yang berujung benda tajam menyerupai celurit disertai dengan kucing hitam dibelakangnya yang sewaktu-waktu dapat menerkam lo dari berbagai arah (Imajinasi). Gw selalu merasa cemas ketika mendengar kata interview gw takut, takut salah..apa yang salah gw pun engga bisa jawab, gw mencoba untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan tapi seolah Sasha-Sasha kecil dikepala gw dengan kompaknya berteriak sambil tepuk tangan "Hayolo Sasha...Hayoloh Sasha" At the end gw mulai migrain dan lemas seketika.

Doa gw adalah semoga besok akan baik-baik saja, dan semoga apapun yang terjadi sesudah Interview nanti gw ga akan pingsan di tengah jalan lalu di seret orang dan dibuang ke bak sampah karena disangkah bongkahan sampah yang ganggu jalanan, Thanks God banyak orang yang sudah mencoba menenangkan gw sambil bilang "Goodluck ya Sha" Thanks to Ibu, Ayah, Ari, Echa dll. Oh iya satu lagi yang mengganggu pikiran gw adalah Blog dari 2 orang sahabat sekaligus keluarga gw yaitu Angela dan Lina yang akhir-akhir ini postingannya hampir sama ya menurut gw garis besarnya bulan ini adalah bulan yang menyita sebagian dari kehidupan mereka menurut gw judul yang pas ya "Exhausted", ya kalau kalian lagi baca tulisan ini gw cuma mau bilang "Yang semangat ya dua perempuan kuatku yang selalu bikin kepala gw hampir pecah kalo lagi ngumpul bareng, yuk cari waktu buat kita kumpul bareng sambil melepas penat kalian semua, kalau ada yang perlu gw bantu kalian bilang aja OKE".

Sebelum gw menutup sesi curhat gw kali ini gw akan menyematkan sebuah kata-kata favorite gw sampai detik ini "A journey of a thousand miles begins with a single step.." Jadi apapun keputusan gw nanti semoga kebahagiaan siap menyambut gw dengan senyum manisnya :).


Reactions: