“I have no regrets in my life. I think that everything happens to you for a reason. The hard times that you go through build character, making you a much stronger person.” Rita Mero.


"Aku mau sehat sekarang dan selamanya" Mungkin itu adalah suara hati dari adik kecil yang bernama Evan, Evan saat ini harus terbaring lemah di RSCM karena menderita penyakit Morbus Hirschsprung, mungkin tidak banyak orang yang mengerti apa arti dari penyakit tersebut tapi mari saya coba uraikan sedikit mengenai penyakit tersebut.


Ini Foto Evan waktu lagi berusaha untuk tidur (08-12-2011)
Morbus Hirschsprung merupakan suatu bentuk penyumbatan yang terjadi pada usus besar yang terjadi akibat lemahnya pergerakan usus, kelainan Hirschsprung terjadi karena adanya permasalahan pada persarafan usus besar paling bawah, syaraf yang berguna untuk membuat usus bergerak melebar dan menyempit biasanya tidak ada sama sekali, atau kalaupun ada ya sedikit sekali. Yang jelas kelainan ini akan membuat BAB bayi menjadi tidak normal. 


Penyakit Hirschprung ini 5 kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki, penyakit ini kadang disertai dengan kelainan bawaan lainnya seperti Sindroma Down. Untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat penyumbatan usus, segera dilakukan kolostomi sementara, kolostomi adalah pembuatan lubang pada dinding perut yang disambungkan dengan ujung usus besar, pengangkatan bagian usus yang terkena dan penyambungan kembali usus besar biasanya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan atau lebih, dan jika terjadi prforasi (perlubangan usus) atau enterokolitis, diberikan antibiotik (Sumber : Wikipedia ).

Mungkin kasus seperti ini bukan pertama kalinya di Indonesia tapi inilah kisah Evan :
Evan adalah Evan diketahui mulai susah buang air besar sejak berumur 3 bulan sampai umur 2 tahun lebih 2 bulan dan baru menjalani proses operasi kolostomi pada tanggal 25 Juni 2011 lalu pada tanggal 16 November 2011 Evan kembali menjalani operasi kedua untuk penutupan kolostomi namun yang membuat saya harus kembali menahan nafas adalah pada tanggal 24 November 2011 kemarin Evan harus kembali menjalani proses operasi Laparatomy karenan usus kecilnya lengket dan harus buka Ileostomy, setelah konfirmasi dengan pihak Dokter bedah yang menangani Evan sejak pertama ternyata diketahui bahwa usus Evan mudah lengket karena bawaah sedari lahir jadi kemungkinan harus melakukan operasi berkali-kali sampai ususnya tidak lengket lagi dan jika usus Evan sudah tidak lengket lagi mungkin Dokter bedah mulai bisa menutup ileostomynya lagi.

Hati kecil saya terus menangis ketika melihat kondisi Evan yang tidak ada perubahan secara signifikan dari semenjak menjalani operasi pertama dan kedua, kondisi tubuh Evan yang semakin habis (kurus) membuatnya semakin tidak memiliki banyak tenaga, tapi itulah Evan anak kecil yang luar biasa mampu membuat saya bangkit dan jatuh secara bersamaan, Evan anak yang kuat walaupun selalu menangis jika melihat suster dan dokter mulai menghampiri tempat tidurnya, Evan bisa menangis dengan sangat kencang jika sang bunda yang selama ini menemaninya tiba-tiba hilang dari pandangannya.

Saya bertemu Evan di Rumah sakit Carolus, tepatnya pada Bulan November lalu pada awalnya pertemuan kami sangat tidak disengaja, karena awalnya saya berada di rumah Sakit untuk menemani keluarga baru saya yang juga sedang mengalami musibah karena anaknya harus mengidap penyakit kelenjar getah bening di umurnya yang baru menginjak 5 bulan, Evan saat itu berada dikamar yang sama dengan keluarga baru saya lalu tanpa sengaja saya melihat sosoknya yang kecil mungil hampir tenggelam diantara selimut dan bantal yang ditumpuk di bawah kepalanya.

Sang Bunda yang luar biasa hebatnya ini selalu terlihat tegar ketika menghadapai semua rengekan dari Evan, mungkin banyak yang mengira Evan adalah anak manja yang hanya bisa menangis dan mengamuk jika apa yang dimintanya tidak dapat dituruti, namun percayalah ada sosok luar biasa dibalik tubuh mungilnya, pertama kali saya melihat Evan saya hanya merasa iba karena melihat kondisi fisiknya yang hanya tinggal tulang saja, namun setelah saya menyempatkan diri untuk bermain dengan Evan saya mulai merasa jatuh hati dengan anak ini.

Sosoknya yang ceria tidak pernah terlihat karena Evan harus terus menahan rasa sakit diperutnya dihampir setiap jam, saya merasa terluka ketika melihat sosoknya yang kecil terus menangis sambil memegangi perutnya yang terlihat membesar, sambil menahan air mata saya terus mencoba untuk mengelusnya dan memberikan kekuatan agar Evan bisa kuat menahan rasa sakitnya, "astaga nak...aku memang tidak tahu seberapa besar rasa sakitmu, tapi aku mohon kamu jangan menyerah ya sayang, aku yakin kamu pasti sembuh ko" begitulah kata hatiku ketika aku sedang menggenggam erat tangan mungilnya sambil sesekali menciumi punggung tangannya yang terlihat sangat kecil.

Belum lagi rasa sakit itu hilang dari perutnya tiba-tiba saya harus melihat Bundanya Evan yang biasanya terlihat kuat kini kembali terlihat lemah, aku mungkin tidak tahu bagaimana rasanya menjadi Ibu apalagi ketika anak kesayangannya harus mengalami penyakit seperti ini, tapi satu yang aku tahu "Bunda adalah perempuan kuat yang luar biasa" sosoknya yang kurus tinggi selalu terlihat kuat disetiap detiknya, namun sesekali matanya berkaca-kaca ketika melihat sang anak kesayangan harus merintih kesakitan, apalagi jika Evan tidak mau makan ataupun minum karena takut perutnya sakit.

"Tuhan..aku tidak tahu apa rencanamu untuk keluarga ini, tapi satu yang aku tahu engkau begitu mencintai keluarga ini sehingga engkau memberikan sakit untuk Evan, tapi aku mohon Tuhan..Evan masih terlalu kecil untuk menghadapi perjuangan keras ini, Evan harus bisa sembuh karena Evan berhak merasakan indahnya menjadi seorang anak laki-laki yang bisa bermain dengan teman sebayanya" Aku hanya bisa berdoa sambil sesekali menangis ketika berada jauh dari Evan, ususnya yang masih menempel harus segera di Operasi namun mengingat kondisinya yang masih tidak stabil maka dokter belum berani mengambil tindakan jauh.

Inilah alasan mengapa saya memposting kisah Evan, untuk biaya pengobatan Evan yang harus menjalani operasi berkali-kali lalu mendapatkan pengobatan terbaik tidaklah mudah dan murah, Evan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sama seperti kita anak ini begitu pintar, ceria serta aktif Evan berhak sembuh dan kembali beraktifitas bersama teman-teman sebayanya, cita-cita Evan sungguh mulia Evan ingin segera bisa sembuh agar bisa bersekolah di sekolah yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Dear All...

Siapapun yang membaca postingan saya kali ini, saya sudah memperkenalkan salah satu Jagoan kecil saya yang bernama Evan saat ini Evan membutuhkan banyak bantuan dari kita semua, untuk biaya pengobatan Evan tidaklah murah dan sampai detik ini kemungkinan dana yang dibutuhkan adik Evan sekitar Rp 100.000.000 untuk menjalani beberapa operasi dan pengobatan, saya tidak bisa memastikan perinciannya dikarenakan dari pihak dokter yang menanganinya belum bisa memastikan prosedur operasi yang akan dijalani Evan nantinya, mungkin Evan akan menjalani 2 kali operasi lagi kedepannya. Saya berani menyebutkan angka nominal sebesar itu dikarenakan Bunda Evan pernah menyebutkan nominal yang harus dikeluarkannya dulu saat menjalani Operasi pertama, kedua dan ketiga ditambah dengan pengobatannya, pada operasi pertama Evan menghabiskan dana Rp 13.000.000 lalu untuk Operasi kedua dan ketiga ditambah dengan pengobatan Evan mengeluarkan biaya sebesar Rp 66.000.000, mengingat kondisi usus Evan yang tidak stabil saya khawatir operasi yang akan dijalaninya nanti tidak hanya dua kali, dan sampai sejauh ini untuk pembayaran biaya RS dibantu dengan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).
Ini Foto Evan waktu mau abis jalan-jalan (17-12-2011)
Mungkin ada dari kakak-kakak sekalian yang dengan senang hati ingin membantu adik Evan mungkin memberikan support, atau bahkan mau menyumbangkan sedikit rezekinya untuk berbagi dengan adik Evan bisa langsung menyumbangkan melalui Rekening :

Bank BCA 1662645642 An : Dimas Pandu Septo Utomo atau
Bank Mandiri 1240006060421 An : Linda Febrianti Marli (Bundanya Evan)

Jika ingin memberikan Support atau ingin bertanya mengenai kondisi Evan silahkan menghubungi ke 087780465113 (Sasha sebagai perantara).

NB :
Bagi yang sudah mentransfer harap untuk mengkonfirmasi secara langsung ke nomor diatas (Nomor Sasha) serta diharapkan untuk mengirimkan bukti transfer melalui email di : Sayasasha@yahoo.com.

Terima kasih kami ucapkan  kepada kalian semua yang sudah mau membantu Evan, apapun jenis bantuan yang kalian berikan pasti akan sangat berarti untuk Evan adik kita, dan bagi yang ingin mengunjungi Evan secara langsung silahkan hubungi ke nomor diatas (Sasha) untuk info ruangan Evan lebih rinci, dan kalau memang ada perubahan informasi atau perkembangan apapun mengenai Evan sebisa mungkin akan saya kabarkan melalui Twitter atau postingan berikutnya dan jika ingin mengetahui perkembangan adik Evan sehari-hari bisa langsung follow atau cek di Twitter @SashaIbrahiem.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kakak-kakak sekalian, doakan Evan ya semoga lekas sembuh ;).

“The greatest virtues are those which are most useful to other persons.” Aristotle

With love from The House of Little Angels.

Reactions: