Bagai tersambar petir di siang bolong, saya rasa perumpaan itu sangat menampar saya hari ini, saya yang seharusnya senang tapi harus tertunduk diam menahan sakit dan air mata secara bersamaan, saya harus berhasil berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja.

Tuhaann...rasanya saya ingin berteriak sekencang-kencangnya, saya lelah tuhan tolong saya sudah cukup bagi saya harus berjuang mati-matian melawan semuanya sendirian, saya belum pulih dari luka itu tapi kenapa semua itu harus terulang lagi disaat saya belum siap untuk berhadapan dengan kenyataan.

Ya tuhan...ijinkan saya untuk sejenak saja beristirahat, sejenak saja ijinkan saya untuk menghela nafas dan bisa mengikhlaskan nya pergi, apa lagi yang harus saya perbuat? seandainya saya bisa memilih sekali saja, saya mau semuanya hilang begitu saja. Bukan..bukan karena saya tidak bersyukur tapi saya masih terlalu takut untuk menghadapi dunia nyata lagi.

Jangankan untuk menyapanya, menatapnya saja saya sudah tidak mampu, hal pertama yang terlintas dikepala saya saat saya menatapnya adalah "dia akan pergi" mengingat apa yang sudah saya dengar dan saya lihat, rasanya saya ingin membuat semuanya benar-benar hilang tanpa jejak sedikitpun. saya sudah mulai tidak perduli dengan keadaan, yang saya perdulikan adalah bagaimana saya bisa mengikhlaskannya untuk pergi.

Saya menunggu jawaban dari mu tuhan... saya menunggu :(
Reactions: