It's been a long long loonnnggg time ago I didn't write anything on my blog.

Baru hari ini bisa sedikit bernafas lega, dengan duduk dirumah seharian tanpa di ganggu oleh kerjaan dari kantor atau vendor-vendor yang mau ngajuin penawaran.

Ups...did I mention about vendor?

Oke then, nampaknya memang sudah waktunya gw sedikit bercerita, ada apa dengan gw selama tidak menulis di sini.
After my 7 years, ada sedikit cerita menarik yang mungkin bagi sebagian orang terdengar tidak masuk akal, tapi bagi gw yang mengalaminya, gw berani bilang kuasa Allah itu segalanya.
Percaya atau tidak, hampir 11 bulan yang lalu my 2nd Dad berkesempatan buat umroh bersama keluarganya, dan beliau cerita kalau selama disana engga sedikitpun dia berhenti berdoa demi masa depan gw, isi doanya adalah semoga gw Tahun ini bisa menemukan laki-laki yang bisa membawa gw ke jalan yang lebih baik, yang bisa membimbing gw untuk lebih berani lagi. Setelah cerita dengan semangatnya, gw baru tersadar bahwa ketika beliau berdoa disana di hari terakhir, ada laki-laki yang berusaha mendekati gw.

Awal ketemunya karena ada event kantor, dimana dia sebagai penyelenggara dan gw diberikan kesempatan untuk meliput acara itu, event yang running bulan Mei ini adalah event pertama dia dikantor, terhitung dia masih anak baru. Setelah event selesai dan kembali ke Jakarta, pak bos minta gw untuk menulis report tentang event itu untuk tayang di koran, then mau engga mau gw harus minta materi dari laki-laki ini. Berawal dari email materi terus berlanjut ke Line yang intensif, sampai telfon rutin yang engga pernah bisa sebentar, gw baru inget waktu gw lagi nunggu Galuh di Aston Ancol, hari itu gw dan Galuh berencana untuk nginep disana karena besoknya berencana buat nonton konser Super Show 5 di Meis. Berhubung rumah gw termasuk jauh, jadilah gw sandra Galuh untuk ikut nginep di Aston supaya memudahkan gw untuk pergi ke Meis, selama nunggu Galuh laki-laki yang bernama Nunu ini nemenin gw di telfon, dengan serentetan pembahasan absurd yang bikin mood gw stabil.

Engga butuh waktu lama untuk PDKT, hanya dalam waktu dua bulan akhirnya gw memutuskan untuk nerima dia jadi "pacar" dan setelah hampir 5 bulan pacaran, akhirnya dia beraniin diri untuk ngajak nikah. Walhasil disinilah gw berada sekarang, di bulan ke 3 gw masih mempersiapkan segalanya untuk menuju hari H nanti, prosesnya engga perlu ditanya, mengurus pernikahan sendiri jauh lebih berat dibanding pernikahan orang lain, berat karena semua mau yang terbaik, berat karena kebanyakan harus mengurus sendiri semuanya, padahal gw juga bekerja dengan ritme yang kurang jelas.

Proses sudah memasuki amgka 60%, terhitung 2 bulan lagi acara kami, tapi sayang masih banyak yang tertunda sampai detik ini, stres pastinya dan itulah alasan kenapa hari ini gw duduk manis di rumah dengan rentetan kerjaan yang dibawa pulang.

Selain stres persiapan menikah, adalagi beban yang masih gw tanggung sampai sekarang, gw sudah bekerja disini hampir 1 Tahun 2 Bulan, sayangnya gw masih bermasalah dengan kontrak gw. Awalnya gw memilih untuk tidak mau meneruskan, tapi setelah gw pikir-pikir ada baiknya gw bertahan sampai pernikahan gw berlangsung, mungkin satu atau dua bulan kemudian gw akan memutuskan untuk fokus dengan membuat bisnis rumahan yang bisa gw kelola dimanapun.

Huhh.... engga habis pikir ternyata hidup gw penuh dengan banyak dinamika pernuh dengan banyak warna yang berubah terus-terusan setiap detiknya, agak kaget ketika gw diminta untuk menjadi istri dari laki-laki yang baru gw kenal 8 bulan dan yang menjadikan luar biasa adalah, gw yang lebih dari 7 Tahun ini terus-terusan menutup diri dari laki-laki manapun, justru dengan cepat meng-iyakan mau menikah dengannya.Yakin engga yakin gw harus siap, siap engga siap gw harus yakin dengan pilihan gw hingga detik ini.

Sebagai penutupan, mohon doanya ya temans, semoga rencana gw dimudahkan kedepannya, engga ada hambatan apapun ya. Gw belum bisa menulis banyak kerena masih agak canggung untuk cerita banyak setelah bertahun-tahun tidak menulis di sini :)).


Ciao ~









Reactions: