Showing posts with label Comment faire pour vivre et survivre. Show all posts
Showing posts with label Comment faire pour vivre et survivre. Show all posts

Thursday, August 21, 2014



Finally I’m back and ready to wrote a lot of story about everything, included my personal life.
Seperti yang saya post beberapa waktu lalu, ketika saya sedang dalam proses mempersiapkan pernikahan dengan lelaki pilihan saya sendiri, dan setelah melewati serangkaian persiapan, syukur Alhamdulillah, akhirnya sekarang saya sudah tidak hidup sendiri dengan bayang-bayang pertanyaan kapan menikah.

Setelah melewati satu level kehidupan baru, lega rasanya sekarang satya sudah bisa menyebutkan dia sebagai suami saya, suami yang sah dimata agama dan juga di mata hukum. Mungkin rumah tangga kami baru berumur 2 bulan lebih, jadi kalau kata kebanyakan orang sih ini masih lucu-lucunya, belum merasakan hidup rumah tangga yang sebenarnya, but then I realize, I should prepare everything for the future.

I'm a happy wife, tapi sayang di sisi lain saya seringkali merasa sedih, bukan karena kehidupan rumah tangga  kami, tapi lebih kepada lingkungan kami. Pasti kalian pernah kan berada di posisi lelah menjawab pertanyaan kapan menikah?,, lalu setelah menikah mungkin anda akan menemui fase dimana pertanyaan kapan punya anak, akan lebih sering anda dengar dibandingkan dengan pertanyaan mengenai bagaimana kabar anda, bagaimana pernikahan kalian.

Sebenernya itu bukanlah permasalahan rumit buat saya, terhitung umur pernikahan kita masih terhitung bulan. But, for some reason, pertanyaan itu sangat terdengar sensitif buat saya, terutama karena saya anak pertama.

Setelah dua minggu menikah, saya sempat mengalami gejala-gejala seperti orang hamil, suami saya pun sudah sepenuhnya yakin dengan kondisi saya waktu itu, sayang waktu saya melakukan testpack hasilnya justru negatif, sahabat saya mencoba merujuk ke rumah sakit, dengan alasan untuk mengetahui kondisi kesehatan rahim saya. Setelah heboh mencari rumah sakit dengan dokter kandungan yang masih berjaga, akhirnya saya dapatlah di RS. Pondok Indah di Puri Indah, Alhamdulillah saya langsung di rujuk ke dokter kandungan yang memang masih ada di RS.

Setelah bercerita, akhirnya saya di USG 4D untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, hasilnya saya belum hamil, tapi Alhamdulillah rahim saya kuat dan bersih, dokter menyarankan saya untuk terus mengkonsumsi asam folat untuk mencegah bayinya mengalami kecacatan nanti. Setelah pulang kerumah, saya memberikan hasil pemeriksaan ke suami dengan berat hati, rasanya ini adalah berita terburuk yang saya terima setelah menikah, suami saya tentu merasa kecewa, tapi Alhamdulillah dia lah yang selalu menyemangati saya ketika sedang merasa sendiri dan bersedih.
Setiap saat saya terus berdoa, bahkan terkadang saya mengajak bicara sambil mengelus perut saya, seolah kaka sudah ada dirahim saya. Sedih, ya saya sedih, tapi saya mencoba untuk terus bersikap positif, sekali lagi pernikahan kami masih sangat baru, sehingga wajar rasanya jika hingga detik ini saya belum hamil.

Mungkin buat sebagian orang, ketika menanyakan tentang kehamilan kepada pasutri baru atau lama, memang menjadi sebuah tradisi biasa yang akan terus ada, tapi mungkin bagi sebagain perempuan hal tersebut justru membuat saya merasa sedih, yang lebih menyakitkan adalah ketika harus dibandingkan dengan pasangan lain yang juga baru menikah, tapi justru diberikan kepercayaan terlebih dulu. Satu lagi yang sedikit melukai perasaan saya, adalah ketika mendengar cerita orang lain yang dengan bangganya mengatakan bahwa “padahal belum mau hamil, eh udah dikasih aja”, how can? saya salah satu perempuan yang menantikan kehadiran buah hati kami. Tapi Allah belum memberikan kepercayaan tersebut, dan justru orang lain yang diberikan kepercayaan terkadang merasa ini adalah sebuah kesalahan.

Saya baru baca blog alodita, rasanya saya mengalami kesedihan yang hampir serupa (walaupun kasus kami berbeda) tapi rasanya sangat wajar jika kehadiran seorang anak di sebuah pernikahan menjadi sebuah pembahasan yang sangat sensitif.

FYI, bahkan saya sering sekali menulis, dan nantinya akan saya berikan ke anak kami, supaya kaka sadar bahwa ternyata kehadirannya sangat diharapkan oleh keluarga kami. Saya sengaja memanggilnya kaka, karena kami berencana memiliki lebih dari satu anak hehehe. 
Semoga banyak pasangan suami istri diluar sana yang mau bersabar menunggu buah hatinya, dan kalau memang ternyata kalian lebih dulu mendapatkannya, syukurilah apa yang sudah kalian dapatkan. Tidak semua orang bisa mendapatkan kepercayaan itu dengan mudah.

Be stong, happy and healthy mom :)

P.S : Doakan kami ya :*

Posted on 2:10 AM by Saya Sasha

No comments

Friday, June 15, 2012


Marshall Fine of The Huffington Post suggested that the friend zone is "like the penalty box of dating, when your only crime is not being buff and unobtainable."

Sebuah awalan yang engga akan pernah ketemu akhirannya, for some people Friend Zone is like a war zone between Expectation and reality, rasanya menyakitkan tapi terkadang begitu menyenangkan. Seperti kisah Dr. Ross Geller dan Rachel Green di Serial F.R.I.E.N.D.S, mereka berdua mendapatkan julukkan Friend zone karena kedekatan mereka yang seolah mengisyaratkan bahwa mereka saling jatuh cinta tapi terhalang dengan status pertemanan mereka yang sudah lama terjalin.
http://img5.visualizeus.com/
Seperti akhir-akhir ini di Twitter, Facebook, Path dll, yang merupakan saksi bisu dari kegalauan beberapa orang yang terjebak dalam Friend zone, fenomena lama dengan packaging baru nampaknya. Friend zone sekarang sudah mulai buka cabang bukan hanya Friend tetapi juga Brother Zone, so wierd I think..oke to be honest gw pun terjebak didalamnya, but thanks God perasaan itu engga bertahan lama karena setelah gw pikir-pikir aneh rasanya kalau apa yang sudah terbiasa akan berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa.

Posted on 11:40 AM by Saya Sasha

No comments

Saturday, February 11, 2012

“If you judge people, you have no time to love them.” ~ Mother Teresa.



Cady Heron saidCalling somebody else fat won't make you any skinnier. Calling someone stupid doesn't make you any smarter. And ruining Regina George's life definitely didn't make me any happier. All you can do in life is try to solve the problem in front of you".


Mulutmu harimau mu, rasanya kalimat sederhana itu selalu berputar kencang dikepala gw setiap harinya, sambil sesekali gw berkaca dan meng-evaluasi diri gw sendiri setiap malam, gw pun berharap menemukan segala kekurangan gw dan berdoa serta berusaha untuk merubahnya menjadi lebih baik lagi.


Sudah hampir beberapa hari ini masalah "Judging" menjadi topik perbincangan yang hangat antara gw dengan beberapa partner quality time gw, mereka selalu berpendapat bahwa orang yang senang men-judge orang lain atau ya Bahasa gw sih "Nyinyir" itu biasanya insecure dengan kondisi dirinya sendiri, mendengar pendapat seperti itu gw pun yang awalnya down tiba-tiba jadi semangat 45 untuk bangkit lagi menjadi orang yang penuh dengan aura positif.


Tuhan memang luar biasa adil sekali, Tuhan menciptakan Hitam untuk menyeimbangkan Putih dan ketika Hitam terlalu dominan sang Putih harus bekerja extra untuk mengurangi kinerja sang Hitam, gw inget banget dulu waktu gw masih sering ngobrol sama pengamen di angkot yang sering gw naikkin kalau pulang sekolah, mereka engga pernah lupa untuk mengingatkan gw akan pentingnya bersikap positif dalam menghadapi banyak hal negatif, hidup itu tidak selamanya harus PRO kadang KONTRA pun bisa menjadi pemanis di sebuah kehidupan, karena itulah hidup jadi lebih berwarna.


Tapi pernahkah lo berada di posisi dimana lo "korban" dari sebuah ke-nyinyiran tingkat Internasional dari beberapa oknum di kehidupan lo, entah orang yang sudah kenal gw baik atau gw kenal baik dengan orang itu, atau bahkan dari orang yang sama sekali tidak mengenal gw secara personal tapi dia sudah berani me-nyinyirkan gw sebagai orang yang "tanda kutip". Ketika gw bertukar pikiran dengan salah satu sahabat gw, gw pun mengutip kalimatnya "gw tau lo gimana orangnya males cari perkara, makanya cari temen yang banyak sa..kalo mereka udah engga mau temenan ya udah, masih banyak diluaran sana yang mau bertemen sama lo ko', tanpa mereka (nyinyiers) lo tetep bisa sukses jangan khawatir sha, banyak orang yang doain buat kebaikan lo". Denger kalimat-kalimat yang dia tulis tiba-tiba gw tersentak dengan sendirinya, iya juga ya kenapa gw harus down cuma karena omongan orang lain yang belum tentu bener ya, toh mereka hanya liat gw dari satu sisi sedangkan teman-teman gw yang lain ada yang melihat gw dari beberapa sisi mereka menganggap gw masih dijalur yang benar.


Begitu pula dengan salah satu sahabat baik gw yang sudah hampir 12 Tahun bareng-bareng sama gw pun pernah bilang "Jadi orang baik itu tidak mudah, ketika kita menjadi orang baik jangan harap orang akan menganggap kita baik" sambil tersenyum kamuflase karena awalnya gw kurang paham dengan kalimat itu akhirnya gw pun menegaskan ke diri gw sendiri bahwa "Tuhan menciptakan manusia dengan segala perbedaan, kekukarang dan kelebihannya masing-masing, ketika kita bertemu orang lain yang jauh berbeda dari kita jangan langsung judge mereka dengan aura negatif, orang bertatto belum tentu dia penjahat, orang beragama belum tentu dia selalu benar". 


Don't Judge a book by it's cover, setiap orang punya buku cerita atau skenario hidup masing-masing dan ketika Tuhan dengan sengaja mempertemukan dua pribadi yang berbeda itu adalah pertanda kita harus bisa menerima segala peran yang dia lakoni, karena itu sudah menjadi bagian dari skenario yang dibuat Tuhan untuk kita. Gw pun sadar terkadang sebagai manusia biasa gw sering sekali menjudge orang yang negatif, tapi seketika itu pula gw berusaha untuk memohon ampun sambil berkaca pada diri sendiri, tidak ada manusia yang sempurna seutuhnya, bahkan seseorang yang suci pun pasti pernah berbuat salah.


Tuhan yang menciptakan kita dengan segala keaneka ragaman, dan Tuhan jugalah yang selalu menerima segala kekurangan dan kelebihan kita tanpa pernah mengeluhkan ini itu, lalu kenapa kita yang ciptaannya selalu mengeluhkan hal-hal yang diluar kuasa kita?, ingin rasanya gw memeluk erat orang-orang yang sudah me-nyinyirkan gw selama ini dan mengucapkan banyak terima kasih , karena mereka lah gw bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik, dan karena mereka jugalah yang bisa memberikan sentuhan-sentuhan warna lainnya dihidup gw, gw berjanji sebisa mungkin gw tidak akan membalas perbuatan mereka dengan hal-hal negatif lainnya, itu saja tidak lebih.


Gw hanya manusia biasa yang pasti pernah berbuat salah, ntah siapapun yang pernah merasa tersakiti oleh gw rasanya tidak ada salahnya gw meminta maaf kepada kalian semua, dan untuk teman dan sahabat gw diluaran sana gw cuma bisa bilang "Astagaaa...ntah kalimat apa yang bisa gw kasih buat kalian selain, terima kasih telah menjadi orang yang tidak pernah me-nyinyirkan gw selama kita jalan bareng-bareng, terima kasih telah menjadi orang yang luar biasa dan menganggumkan".




"If someone is strong enough to bring you DOWN, show them that you're strong enough to get BACK".

Posted on 9:33 AM by Saya Sasha

No comments

Thursday, February 9, 2012


Hi...Y'all

Long time no see ya, how are you doing? Miss me huh? Yeah I hear everybody say “Yeah..we miss you so much” hahaha, just ignore it guys.

Asli kaget waktu ngeliat kalender ternyata sudah memasuki Minggu ke dua di Bulan kedua di Tahun 2012, waktu cepat sekali berlalu ya ternyata, sampai-sampai gw tidak menyadari perubahan waktu. Waktu boleh berubah jadi Bulan baru tapi kehidupan gw masih stagnan dijalur yang itu-itu saja, bisa dibilang gw adalah “Pengangguran sombong” yang walaupun nganggur tapi tetap terlihat elegan a.k.a sibuk.

Padahal seharusnya gw sudah bisa bekerja dari sejak awal Bulan Desember, tapi huh...kantor itu bener-bener nunjukkin bahwa brand besar tidak selamanya profesional, lalu sekarang apa yang harus gw perbuat? Gw menggantungkan hidup gw dikantor itu sebelumnya, sampai akhirnya gw tersadar bahwa mereka terlalu lama menggantungkan gw diposisi yang tidak nyaman, saya butuh kesibukan lain, saya butuh income untuk memenuhi outcome saya selama ini dan kedepan pastinya. Hell to the yeah rasa marah mulai menghantui gw rasanya mau marah sama keadaan tapi gw percaya bahwa tidak ada yang bisa disalahkan dalam situasi seperti ini.

Posted on 11:42 AM by Saya Sasha

No comments

Thursday, January 5, 2012

Dear God,



Thank you for giving me the opportunity to share happiness with people around me, and now I have learned something about the beauty of sharing with others.


Allah itu maha adil, ketika Allah memberikan cobaan baik besar maupun kecil pasti Allah juga selalu menyelipkan beberapa pilihan jalan keluar yang luar biasa mampu merubah kita, inilah yang saya alami beberapa bulan terakhir ini, dari beberapa postingan yang pernah saya posting mengenai dua malaikat kecil saya yang sedang berjuang melawan kehidupannya lah saya belajar banyak mengenai hidup.


Pernahkah terlintas dibenak kalian bahwa anak-anak kecil saja mampu berjuang melawan hidup dan matinya sendiri tanpa bantuan dari siapapun kecuali motivasi dan doa dari orang-orang terdekatnya, saya melihat sosok dua malaikat kecil saya yang begitu hebat melawan segala rasa sakit, bosan, sedih, luka, stres, marah dll. Ntah apa yang sedang berada didalam benak mereka ketika mereka harus tersadar bahwa tubuhnya yang mungil harus terbaring lemas di tempat tidur dengan berbagai jarum yang menusuk tajam di kedua lengan, kaki, kepalanya yang mungil.


Saya justru merasa malu ketika harus berhadapan dengan mereka, karena saya tersadar bahwa betapa kecilnya saya ketikda dihapadkan dengan mereka semua? diumurnya mereka sudah menjadi super hero bagi dirinya sendiri, Evan selalu menganggap dirinya Ranger Hitam serta Angel yang seperti malaikat, lalu Rahma yang harus berjuang melawan penyakitnya diumurnya yang masih 6 bulan..Oh god .. whatever you have planned for them all, but I hope they can grow up healthily and happily.


Belum lagi perjuangan kedua orang tuanya yang harus mati-matian mencari bantuan kesana-kemari, harus menguatkan diri menghadapi segala kenyataan yang ada didepannya, harus berjuang melawan keputus-asaan, rasa sedih, rasa marah, egoisnya dll. Melihat sosok ibunya yang terus ada disamping anak-anak mereka, melihat sosok ayahnya yang terus mengajak mereka bercanda agar tidak merasa bosan atau sedih, melihat sosok mereka berdua yang sedang bicara mengenai kondisi anak mereka serta kondisi keuangan mereka.


Rasanya saya seperti melihat sebuah lubang hitam yang dalam dan tidak melihat sedikitpun adanya cahaya disana, saya merasakan sakit yang teramat di dalam tubuh saya, saya merasa lemah ketika harus menahan air mata didepan mereka semua, saya jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan mereka, saya jauh lebih bersyukur dibandingkan dengan kondisi mereka semua.


Ya Allah..


Jika saya boleh memohon kepadamu, saya hanya ingin penyakit yang ada di tubuh mungil mereka semua bisa segera diangkat, berikanlah mereka semua kesembuhan, kekuatan untuk melawan segala rasa sakit dalam tubuh mereka, kebahagiaan dikemudian harinya, umur yang panjang dan begitu juga untuk orang tuanya saya berharap mereka diberikan kekuatan yang berlipat ganda agar dapat melewati kenyataan ini dengan baik, semoga apapun harapan mereka semua bisa segera terwujud, dan semoga banyak orang baik yang mau sedikit berbagi kebahagiaan dengan mereka semua.


Amin Amin Ya Rabb..


"I don't need arms and legs, i need the wings of whole experience, and i flying because God hold me up.. don't give up on God because God not give up on you" - Nick Vujicic


"If I fail, I try again, and again, and again, If you fail, are you going to try again? the human spirit can handle much more than we realize" -Nick Vujicic

Posted on 11:03 AM by Saya Sasha

No comments

Tuesday, December 27, 2011


Sometimes, struggles are exactly what we need in our life. If we were to go through our life without any obstacles, we would be crippled. We would not be as strong as what we could have been. Give every opportunity a chance, leave no room for regrets.”

Seperti tersambar petir disiang bolong” itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi saya saat ini, kondisi dimana sebuah berita tidak meng-enakkan menghampiri saya ketika situasi hati saya sedang baik-baik saja.

Inilah pertama kalinya saya memposting cerita mengenai kisah dari “Putri Kecilku” setelah saya berhasil memposting mengenai adik Evan, sekarang saatnya saya memposting sesuatu mengenai Putri Kecilku, saya sempat bercerita sedikit mengenai awal pertemuan saya dengan Putri Kecilku dipostingan adik Evan, sudah hampir 2 Bulan saya mengenal sosok keluarga yang mengagumkan ini.

Putri Kecilku yang berasal dari Bangka Belitung ini lahir pada 10 Juni 2011 merupakan buah hati dari pasangan Bapak Sudarmiko dan Ibu Ria, dan saat ini Putri kecilku sedang berjuang melawan penyakit yang sedang dideritanya sejak umur 1 Bulan, “Rahma” itulah nama dari Putri Kecilku nama cantik yang juga menggambarkan kecantikan dari wajahnya yang mungil. Namun sejak umur 1 Bulan Rahma di diagnosa mengidap penyakit Limfoma Maligna atau yang biasa dikenal orang sebagai Kanker Kelenjar Getah Bening,

Pada awalnya Rahma melakukan pemeriksaan di RS yang berada di Kota Asalnya, namun ternyata setelah hampir 1 bulan diberikan obat tapi tidak ada perubahan, maka dari pihak dokter yang menangani Rahma menyarankan Orang tua Rahma untuk membawanya ke Rumah Sakit di Jakarta, dengan hanya berbekal JAMKESDA yang berhasil didapatnya Rahma segera menuju ke Jakarta sambil berharap Rumah Sakit di Jakarta mampu membawa kesembuhan baginya kelak.

Pada tanggal 11-November-2011 Keluarga Bapak Sudarmiko sampai di Jakarta tanpa istirahat merekapun langsung menuju ke Rumah Sakit, awalnya Pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa penyakit yang di derita Rahma belum termasuk dalam kategori gawat darurat, mendengar berita tersebut orang tua Rahmapun berpasrah diri dan tetap mengikuti prosedur dari Rumah Sakit tersebut, tapi karena satu dan lain hal akhirnya Rahma memutuskan untuk pindah ke Rumah Sakit Sint Carolus (Jakarta Pusat), disanalah Rahma menjalani perawatan serta menjalani Biopsi yang dilakukan pada tanggal 20- Desember-2011, setelah melakukan Biopsi hampir 4 hari Rahma di rawat di ICU karena kondisi badannya yang terus tidak stabil akhirnya dokter belum berani menyetujui keputusan untuk memulangkan Rahma.

Ntah apa yang sedang Allah rencanakan saat ini untuk Rahma, tapi hari ini (27-Desember-2011) Dokter yang menanganinya menyampaikan berita yang membuat kami semua harus menahan nafas selama beberapa menit, sekarang Rahma didiagnosa mengidap penyakit Rabdomiosarkoma atau Kanker Kelenjar Otot dan harus segera melakukan Kempterapi, inilah yang saya sebut “Seperti tersambar petir di siang bolong” rasanya saya sulit bernafas dan berdiri tegak.

Ini Foto Kondisi awal Rahma sebelum masuk RS
Kami semua yang mendengarnya dengan terpaksa harus mengurungkan niat kami sedari awal yaitu membawa Rahma setelah Biopsi selesai, cita-cita kami ingin membawa Rahma kembali ke kota asalnya harus diurungkan secepat mungkin, karena jalan satu-satunya yang harus kami tempuh adalah membawa Rahma menuju kesembuhan dengan cara Kemoterapi.

Saya percaya inilah bukti rasa sayang Allah kepada Rahma, walaupun Rahma harus menderita Kanker Kelenjar Otot tapi kekuatan dalam dirinya tidak pernah hilang sedikitpun. Rahma harus menjalani rentetan tindakan Kemoterapi untuk beberapa bulan kedepan, inilah dimana saya harus berjuang melawan rasa sedih yang luar biasa dalam diri saya “Saya tidak boleh menangis” Teriak saya dalam hati, namun melihat Ibudanya yang terus berusaha menutupi rasa sedihnya sayapun tanpa sengaja meneteskan air mata.

Rahma masih berumur 6 bulan namun tentetan kegiatan Kemoterapi harus menunggunya di kemudian hari, saya rasa kita semua tahu apa efek samping dari Kemoterapi, “Rahma masih terlalu kecil untuk berjuang melawan sakitnya Kemoterapi” Saya terus berteriak dalam hati berharap Allah memberikan Mukjizat untuk Rahma, melihat kondisi orang tuanya yang hanya bisa duduk terdiam sambil menahan emosinya dalam hati, sayapun mencoba untuk membantu mereka untuk bisa kembali bersemangat untuk terus mendapingi Rahma melewati semua ini. Melihat ibunya yang mulai merasa pusing mengenai biaya sayapun semakin merasa sesak nafas, saya hanya ingin Rahma sehat dan bahagia itulah janji saya.

Ini Foto terbaru Rahma setelah seminggu Operasi (27-Dec-2011)
Sudah banyak biaya yang dikeluarkan oleh Orang tua Rahma selama hampir 2 Bulan di Jakarta, dan hampir 30 Juta sudah mereka habiskan untuk mengobati Rahma hingga akhirnya Rahma melakukan Biopsi, serta untuk kebutuhan Rahma nantinya mungkin akan lebih banyak dari apa yang saya bayangkan, Dokter mengatakan bahwa ada kemungkinan Rahma akan menjalani Kemoterapi minimal 10 kali sedangkan untuk awal biaya Kemoterapi mereka harus menghabiskan biaya sebesar Rp 45.000.000 dan untuk Kemoterapi seterusnya kemungkinan akan memakan biaya Rp 15.000.000, belum lagi ditambah dengan biaya hidup selama di Jakarta, obat-obatan, serta uang makan untuk orang tuanya. Ayah Rahma saat ini harus merelakan pekerjaannya demi menjaga Putri kesayangannya hingga sembuh.

Saya terus berdoa dan berharap semoga ada diantara kalian yang dengan senang hati ingin berbagi kebahagiaan dengan Adik Rahma, Allah mengajarkan kita para umatnya untuk dapat berbagi dengan sesamanya, jadi saya rasa tidak ada salahnya kita menyisihkan sebagian dari rejeki kita untuk kebahgiaan Adik Rahma kelak.

Dear All..

Bagi teman-teman yang ingin berbagi kebahagiaan dengan Adik Rahma dengan mengirimkan sedikit rejekinya untuk membantu biaya pengobatannya bisa dilakukan melalui :

Rek BNI :

0237666062 a/n : Siti Khoiriyah

atau melalui Rek BCA :

1662645642 A/n : Dimas Pandu Septo Utomo

Dan bagi teman-teman yang ingin memberikan support untuk Adik Rahma serta keluarganya bisa langsung menghubungi ke 0818445009 (Ibu Ria) atau 087780465113 (Sasha sebagai perantara).
Bagi yang sudah mentransfer harap untuk mengkonfirmasi secara langsung ke nomor diatas (Nomor Sasha) serta diharapkan untuk mengirimkan bukti transfer melalui email di : Sayasasha@yahoo.com, lalu bagi yang ingin mengetahui info update tentang kondisi kesehatan Adik Rahma bisa dilihat di @SashaIbrahiem.

Terima kasih banyak saya ucapkan bagi teman-teman sekalian yang dengan senang hati ingin membantu Adik Rahma, saya mohon doanya dari kalian semua agar kondisi Rahma akan terus membaik dan bisa sembuh total, apapun bantuan yang teman-teman berikan untuk Adik Rahma pasti akan sangat berarti baginya.


"The smallest act of kindness is worth more than the grandest intention" ~ Oscar Wilde

Posted on 4:48 AM by Saya Sasha

No comments

Sunday, December 18, 2011

“I have no regrets in my life. I think that everything happens to you for a reason. The hard times that you go through build character, making you a much stronger person.” Rita Mero.


"Aku mau sehat sekarang dan selamanya" Mungkin itu adalah suara hati dari adik kecil yang bernama Evan, Evan saat ini harus terbaring lemah di RSCM karena menderita penyakit Morbus Hirschsprung, mungkin tidak banyak orang yang mengerti apa arti dari penyakit tersebut tapi mari saya coba uraikan sedikit mengenai penyakit tersebut.


Ini Foto Evan waktu lagi berusaha untuk tidur (08-12-2011)
Morbus Hirschsprung merupakan suatu bentuk penyumbatan yang terjadi pada usus besar yang terjadi akibat lemahnya pergerakan usus, kelainan Hirschsprung terjadi karena adanya permasalahan pada persarafan usus besar paling bawah, syaraf yang berguna untuk membuat usus bergerak melebar dan menyempit biasanya tidak ada sama sekali, atau kalaupun ada ya sedikit sekali. Yang jelas kelainan ini akan membuat BAB bayi menjadi tidak normal. 


Penyakit Hirschprung ini 5 kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki, penyakit ini kadang disertai dengan kelainan bawaan lainnya seperti Sindroma Down. Untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat penyumbatan usus, segera dilakukan kolostomi sementara, kolostomi adalah pembuatan lubang pada dinding perut yang disambungkan dengan ujung usus besar, pengangkatan bagian usus yang terkena dan penyambungan kembali usus besar biasanya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan atau lebih, dan jika terjadi prforasi (perlubangan usus) atau enterokolitis, diberikan antibiotik (Sumber : Wikipedia ).

Mungkin kasus seperti ini bukan pertama kalinya di Indonesia tapi inilah kisah Evan :
Evan adalah Evan diketahui mulai susah buang air besar sejak berumur 3 bulan sampai umur 2 tahun lebih 2 bulan dan baru menjalani proses operasi kolostomi pada tanggal 25 Juni 2011 lalu pada tanggal 16 November 2011 Evan kembali menjalani operasi kedua untuk penutupan kolostomi namun yang membuat saya harus kembali menahan nafas adalah pada tanggal 24 November 2011 kemarin Evan harus kembali menjalani proses operasi Laparatomy karenan usus kecilnya lengket dan harus buka Ileostomy, setelah konfirmasi dengan pihak Dokter bedah yang menangani Evan sejak pertama ternyata diketahui bahwa usus Evan mudah lengket karena bawaah sedari lahir jadi kemungkinan harus melakukan operasi berkali-kali sampai ususnya tidak lengket lagi dan jika usus Evan sudah tidak lengket lagi mungkin Dokter bedah mulai bisa menutup ileostomynya lagi.

Hati kecil saya terus menangis ketika melihat kondisi Evan yang tidak ada perubahan secara signifikan dari semenjak menjalani operasi pertama dan kedua, kondisi tubuh Evan yang semakin habis (kurus) membuatnya semakin tidak memiliki banyak tenaga, tapi itulah Evan anak kecil yang luar biasa mampu membuat saya bangkit dan jatuh secara bersamaan, Evan anak yang kuat walaupun selalu menangis jika melihat suster dan dokter mulai menghampiri tempat tidurnya, Evan bisa menangis dengan sangat kencang jika sang bunda yang selama ini menemaninya tiba-tiba hilang dari pandangannya.

Saya bertemu Evan di Rumah sakit Carolus, tepatnya pada Bulan November lalu pada awalnya pertemuan kami sangat tidak disengaja, karena awalnya saya berada di rumah Sakit untuk menemani keluarga baru saya yang juga sedang mengalami musibah karena anaknya harus mengidap penyakit kelenjar getah bening di umurnya yang baru menginjak 5 bulan, Evan saat itu berada dikamar yang sama dengan keluarga baru saya lalu tanpa sengaja saya melihat sosoknya yang kecil mungil hampir tenggelam diantara selimut dan bantal yang ditumpuk di bawah kepalanya.

Sang Bunda yang luar biasa hebatnya ini selalu terlihat tegar ketika menghadapai semua rengekan dari Evan, mungkin banyak yang mengira Evan adalah anak manja yang hanya bisa menangis dan mengamuk jika apa yang dimintanya tidak dapat dituruti, namun percayalah ada sosok luar biasa dibalik tubuh mungilnya, pertama kali saya melihat Evan saya hanya merasa iba karena melihat kondisi fisiknya yang hanya tinggal tulang saja, namun setelah saya menyempatkan diri untuk bermain dengan Evan saya mulai merasa jatuh hati dengan anak ini.

Sosoknya yang ceria tidak pernah terlihat karena Evan harus terus menahan rasa sakit diperutnya dihampir setiap jam, saya merasa terluka ketika melihat sosoknya yang kecil terus menangis sambil memegangi perutnya yang terlihat membesar, sambil menahan air mata saya terus mencoba untuk mengelusnya dan memberikan kekuatan agar Evan bisa kuat menahan rasa sakitnya, "astaga nak...aku memang tidak tahu seberapa besar rasa sakitmu, tapi aku mohon kamu jangan menyerah ya sayang, aku yakin kamu pasti sembuh ko" begitulah kata hatiku ketika aku sedang menggenggam erat tangan mungilnya sambil sesekali menciumi punggung tangannya yang terlihat sangat kecil.

Belum lagi rasa sakit itu hilang dari perutnya tiba-tiba saya harus melihat Bundanya Evan yang biasanya terlihat kuat kini kembali terlihat lemah, aku mungkin tidak tahu bagaimana rasanya menjadi Ibu apalagi ketika anak kesayangannya harus mengalami penyakit seperti ini, tapi satu yang aku tahu "Bunda adalah perempuan kuat yang luar biasa" sosoknya yang kurus tinggi selalu terlihat kuat disetiap detiknya, namun sesekali matanya berkaca-kaca ketika melihat sang anak kesayangan harus merintih kesakitan, apalagi jika Evan tidak mau makan ataupun minum karena takut perutnya sakit.

"Tuhan..aku tidak tahu apa rencanamu untuk keluarga ini, tapi satu yang aku tahu engkau begitu mencintai keluarga ini sehingga engkau memberikan sakit untuk Evan, tapi aku mohon Tuhan..Evan masih terlalu kecil untuk menghadapi perjuangan keras ini, Evan harus bisa sembuh karena Evan berhak merasakan indahnya menjadi seorang anak laki-laki yang bisa bermain dengan teman sebayanya" Aku hanya bisa berdoa sambil sesekali menangis ketika berada jauh dari Evan, ususnya yang masih menempel harus segera di Operasi namun mengingat kondisinya yang masih tidak stabil maka dokter belum berani mengambil tindakan jauh.

Inilah alasan mengapa saya memposting kisah Evan, untuk biaya pengobatan Evan yang harus menjalani operasi berkali-kali lalu mendapatkan pengobatan terbaik tidaklah mudah dan murah, Evan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sama seperti kita anak ini begitu pintar, ceria serta aktif Evan berhak sembuh dan kembali beraktifitas bersama teman-teman sebayanya, cita-cita Evan sungguh mulia Evan ingin segera bisa sembuh agar bisa bersekolah di sekolah yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Dear All...

Siapapun yang membaca postingan saya kali ini, saya sudah memperkenalkan salah satu Jagoan kecil saya yang bernama Evan saat ini Evan membutuhkan banyak bantuan dari kita semua, untuk biaya pengobatan Evan tidaklah murah dan sampai detik ini kemungkinan dana yang dibutuhkan adik Evan sekitar Rp 100.000.000 untuk menjalani beberapa operasi dan pengobatan, saya tidak bisa memastikan perinciannya dikarenakan dari pihak dokter yang menanganinya belum bisa memastikan prosedur operasi yang akan dijalani Evan nantinya, mungkin Evan akan menjalani 2 kali operasi lagi kedepannya. Saya berani menyebutkan angka nominal sebesar itu dikarenakan Bunda Evan pernah menyebutkan nominal yang harus dikeluarkannya dulu saat menjalani Operasi pertama, kedua dan ketiga ditambah dengan pengobatannya, pada operasi pertama Evan menghabiskan dana Rp 13.000.000 lalu untuk Operasi kedua dan ketiga ditambah dengan pengobatan Evan mengeluarkan biaya sebesar Rp 66.000.000, mengingat kondisi usus Evan yang tidak stabil saya khawatir operasi yang akan dijalaninya nanti tidak hanya dua kali, dan sampai sejauh ini untuk pembayaran biaya RS dibantu dengan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).
Ini Foto Evan waktu mau abis jalan-jalan (17-12-2011)
Mungkin ada dari kakak-kakak sekalian yang dengan senang hati ingin membantu adik Evan mungkin memberikan support, atau bahkan mau menyumbangkan sedikit rezekinya untuk berbagi dengan adik Evan bisa langsung menyumbangkan melalui Rekening :

Bank BCA 1662645642 An : Dimas Pandu Septo Utomo atau
Bank Mandiri 1240006060421 An : Linda Febrianti Marli (Bundanya Evan)

Jika ingin memberikan Support atau ingin bertanya mengenai kondisi Evan silahkan menghubungi ke 087780465113 (Sasha sebagai perantara).

NB :
Bagi yang sudah mentransfer harap untuk mengkonfirmasi secara langsung ke nomor diatas (Nomor Sasha) serta diharapkan untuk mengirimkan bukti transfer melalui email di : Sayasasha@yahoo.com.

Terima kasih kami ucapkan  kepada kalian semua yang sudah mau membantu Evan, apapun jenis bantuan yang kalian berikan pasti akan sangat berarti untuk Evan adik kita, dan bagi yang ingin mengunjungi Evan secara langsung silahkan hubungi ke nomor diatas (Sasha) untuk info ruangan Evan lebih rinci, dan kalau memang ada perubahan informasi atau perkembangan apapun mengenai Evan sebisa mungkin akan saya kabarkan melalui Twitter atau postingan berikutnya dan jika ingin mengetahui perkembangan adik Evan sehari-hari bisa langsung follow atau cek di Twitter @SashaIbrahiem.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kakak-kakak sekalian, doakan Evan ya semoga lekas sembuh ;).

“The greatest virtues are those which are most useful to other persons.” Aristotle

With love from The House of Little Angels.

Posted on 3:35 AM by Saya Sasha

No comments

Thursday, December 8, 2011

Malaikat Kecilku...

Terima kasih ya Allah engkau telah mempertemukanku dengan kedua "Malaikat Kecil" yang sangat luar biasa hebat dan kuat, melihat sosok dua bocah kecil yang terbaring lemah di atas tempat tidur di sebuah Rumah Sakit rasanya seperti baru saja melihat sebuah kilat besar yang mampu menghancurkan dunia, kaget dan sakit dua rasa itu terus bergelayut manis dalam diri saya saat ini.

Malaikat Kecilku...

Kalian baru berumur 5 bulan dan 3 tahun, tapi tahukah kalian bahwa sosok kalian berdua mampu membuat saya merasa seperti ditampar kenyataan, saya merasa kalian adalah sosok luar biasa yang memberikan banyak arti untuk hidup saya dari awal pertemuan kita.

Malaikat kecilku...

Semenjak bertemu kalian seolah saya merasakan indahnya menjadi seorang ibu muda yang memiliki dua anak hebat seperti kalian, rasa sakit dan lelah yang terus menghantui saya setiap saat pasti seketika hilang setelah melihat sosok dua malaikat kesayanganku tersenyum.

Posted on 11:51 AM by Saya Sasha

No comments


I think that possibly
Maybe I'm falling for you
Yes
There's a chance that I've fallen quite hard over you.



Hey you there...apa kabar pembaca setiaku? (oke silahkan tampar saya, kalau merasa in ikalimat yang sangat salah), senang rasanya diberikan kesempatan untuk kembali menulis, pas log in blogspot saya disambut meriah oleh kerumunan laba-laba dan sarangnya, mereka berteriak "Woy kemane ajeee luuu bro" dan saya menjawab dengan nyinyir "Sante bro gw masih dimari" #TolongAbaikan.

Oke berhubung postingan saya kali ini akan berbicara mengenai sesuatu yang serius maka saya akan mengawalinya dengan permohonan maaf untuk kedua orang tua dari malaikat kecilku "Maaf aku membuat cerita tentang dua malaikat kecilku tanpa ijin, tapi tenang semua akan kusamarkan".

Desember...mungkin beberapa sahabat saya tau benar betapa saya mencintai bulan ini, ntah karena apa dan bagaimana awal mulanya tapi yang pasti "I LOVE DECEMBER" dan saya rasa ini akan jadi bulan yang luar biasa untuk menutup tahun 2011 karena mengingat Allah mengijinkan saya untuk membuka tahun 2011 dengan penuh kebahagiaan dan begitu banyak berkah yang melimpah ruah, bagi yang follow twitter saya pasti bingung kenapa hari ini (8-12-2011) saya banyak memposting cerita tentang jagoan kecilku dan putri kesayanganku? maka dari itu saya mau sedikit bercerita mengenai dua sosok "Malaikat" kesayanganku.

Tepat di bulan November  saya mendapat berita bahwa ada dua orang anak kecil yang sedang membutuhkan pertolongan  biaya untuk pengobatannya, saya sendiri tidak memiliki informasi yang akurat saat itu, sampai pada akhirnya saya mencoba mencari tau melalui beberapa account twitter yang sedang membahas masalah anak itu, dan sampailah pada jalan Allah yang mempertemukan saya dengan seorang perempuan manis yang mau dengan baik hati membalas email saya untuk bertanya mengenai anak-anak itu, setelah beberapa email saya kirimkan ke beliau sampailah pada saat dimana beliau (Nama di tiadakan) mau memberikan nomer telfon orang tua dari salah satu dari anak itu.

Posted on 11:19 AM by Saya Sasha

No comments

Thursday, November 24, 2011


"It's time for me taking a break from the hustle and bustle of the world twitter".

of sayin' I'm Tired of tryin'
and I'm tired of lyin
I know I've been smilin', but inside I'm dyin'
I'm tired of thinkin' that my hearts not achin'
I can't stay - no way.

Sedikit menghela nafas sebelum keadaan ini semakin memburuk, hey there...sudah agak lama rasanya gw tidak banyak bicara di Twitter, padahal belum lama ini gw sempat memposting cerita "random" gw mengenai betapa besar rasa sayang gw kepada account twitter @SashaIbrahiem, tapi seperti kalimat pembuka postingan gw kali ini yang intinya adalah "Lelah".

Belum pernah gw merasa selelah ini menghadapi sesuatu, tapi percaya atau tidak gw benar-benar berada di titik terlemah gw di bulan November ini, Sigh....dan menghela nafas panjang memang selalu membantu gw untuk merasa lebih tenang beberapa saat, banyak hal-hal negatif yang sedang mencoba untuk membunuh gw secara perlahan dan itulah kenapa gw selalu butuh "Yoga", Inhale Exhale adalah salah satu obat terbaik ketika gw sedang benar-benar berjuang dan berperang melawan diri sendiri.

"Musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri" sering kali gw berkata demikian ke beberapa lawan bicara gw ketika sedang membahas tentang "hidup", dan bicara soal hidup akhir-akhir ini gw mulai dihantui lagi dengan pertanyaan mendasar dalam sebuah kehidupan "Apa yang mau gw lakukan kedepannya?", pertanyaan yang selalu berhasil membuat galau semalam suntuk. Why oh why...The future .. why the future must be a secret?, kenapaaa....gw kembali menjambak rambut gw sambil berpikir keras apa yang harus gw perbuat untuk hari esok dan kedepannya?.

Posted on 10:39 AM by Saya Sasha

No comments

Thursday, November 17, 2011

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..................!!!!!!!!!!!!!!!




Biarkan gw mangawali postingan ini dengan berteriak sekencang-kencangnya mungkin sambil berharap siapapun yang membacanya bisa mengetahui apa yang gw rasakan saat ini, bukan bermaksud untuk terus mengeluhkan keadaan atau bermaksud untuk tidak bersyukur dengan apa yang baru saja gw alami, tapiii.......


Biar sedikit gw ceritakan apa yang terjadi dibalik kata tapi tersebut, seperti yang sudah gw ceritakan di postingan gw yang berjudul "What Should I do?" Kemarin (17-Nov-2011) gw menghadiri panggilan dari stasiun TV tersebut sambil menahan segala emosi yang ada dikepala dan dihati, mungkin kalian akan berpendapat "apa sih nih orang lebay banget", ya mungkin gw terlalu lebay dalam menghadapinya. Ini sebabnya.. perjalanan dimulai dari jam 9 pagi, gw harus memilih naik taksi karena harus mempersingkat waktu dengan lewat jalan toll yang nota bene engga ada pengaruhnya sama sekali, seperti yang kita tau bahwa kehadiran jalan toll saat ini sama sekali tidak berguna menurut gw, oke next kita skip bagian itu sebelum pada akhirnya gw akan berkoar mengenai politik.


Setelah mengarungi perjalanan manis menuju ke sebuah Mall besar di Jakarta sana, gw pun dengan muka pucet berusaha untuk menghilangkan rasa gugup gw yang semakin membabi buta disetiap detiknya, bahkan gw membawa serta buku kesayangan gw yang berjudul "Your Job is NOT your Career" karya dari ReneCC, banyak hal yang gw dapet dari buku itu makanya gw bawa dia kemanapun gw pergi, dan engga lupa gw juga bawa salah satu buku Bahasa Inggris gw supaya gw bisa tetep belajar karena gw agak parno kalo interview nanti melibatkan percakapan dengan menggunakan Bahasa Inggris. Perjalanan yang memakan waktu hampir 2 jam ini berhasil membuat gw terus memproduksi keringat dingin yang besarnya hampir seukuran batu akik (once again, gw lebay maafkan), setelah sampai disana akhirnya gw berusaha mencari-cari nyokap gw yang sedang ngopi di Coffee Bean sambil menunggu kedatangan gw pagi itu, Oke FYI aja sih ya ini : Gw termasuk anak Mamah yang apa-apa selalu maunya sama Mamah, sampai setiap gw ada interview nyokap gw selalu berusaha buat nemenin gw sampai selesai, manja..? Wha'eva.



Posted on 7:17 AM by Saya Sasha

No comments

Tuesday, November 15, 2011



You better stop, look around
Here it comes, here it comes, here it comes, here it comes
Here comes your nineteenth nervous breakdown
Oh, who's to blame, that girl's just insane
Well, nothing I do don't seem to work
It only seems to make the matters worse. Oh, please
.

Sepenggal lagu manis dari Rolling Stone yang berjudul 19th Nervous Breakdown, berhasil membuat gw mengelus jidat sambil sesekali menarik nafas panjang, sebenernya gw sering melakukan inhale ixhale berulang-ulang untuk mengatur pola emosi gw setiap sedang berhadapan dengan hal-hal yang sekiranya mampu menguras emosi jiwa, tapi kali ini gw tidak melakukan inhale exhale seperti biasa tapi gw sedang mengatur strategi bagaimana caranya gw bisa menghadapi besok tanpa sedikitpun melakukan kesalahan bodoh yang biasa gw perbuat.

But then I am just an ordinary person who can make a mistake at any time, sedikit bercerita apa yang akan terjadi besok, Hari Sabtu tanggal 12 November 2011 kemarin gw sedang melakukan perjalanan singkat ke Garut untuk menemani Ibu hadir disebuah undangan temannya, seperti biasa ketika gw diharuskan ikut menemani Ibu pergi gw akan berubah dari Sasha yang AKTIF menjadi Sasha yang PASIF, dalam waktu kurang dari 2 jam gw sudah terdiam sambil bermain Ipad dan berkutat dengan dunia Imajinasi gw yang bersiap membuat konsep (as usual) tapi engga ngerti kenapa keinginan gw untuk diam hari itu sungguh membabi buta, dan seperti biasa juga engga biasa-biasanya gw terdiam parah seperti ini mungkin gw akan mendapatkan sesuatu (feeling perempuan).

Posted on 7:51 AM by Saya Sasha

No comments

Thursday, October 13, 2011


  To be or not to be is not a question of compromise. Either you be or you don't be. ~ Golda
  Meir.
Everywhere in life, the true question is not what we gain, but what we do. ~ Thomas Carlyle.     

Back again..

Ntah kenapa beberapa minggu ini gw senang sekali mendapatkan banyak pertanyaan mengenai apapun mulai dari pertanyaan mengenai diri gw sendiri, mengenai pendapat gw tentang sesuatu, atau bahkan curhat yang berujung dengan pertanyaan “Terus gw mesti gimana dong?” hahaha. Menjawab pertanyaan memang terdengar menyebalkan, tapi menurut gw menjawab pertanyaan itu adalah pembelajaran tersendiri buat gw, karena pasti jawaban yang akan gw berikan tidak pernah terpikirkan oleh gw sebelumnya.

Dengan sedikit tekad dan paksaan kepada beberapa teman-teman gw, sampailah pada beberapa pertanyaan mendasar yang beberapa orang tanyakan ke gw minggu ini, gw akan ngebuat postingan kali ini merupakan sesi tanya jawab antara gw dan teman-teman gw yang dikirim via bbm, DM Twitter, Sms atau social Network lainnya.

Posted on 12:15 PM by Saya Sasha

No comments

Saturday, August 20, 2011

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian
Sepenggal lagu Sheila On 7 yang berjudul " Sebuah kisah klasik untuk masa depan" lagu yang mampu bikin gw mendadak melow, bukan karena urusan cinta dan laki-laki, tapi karena urusan pertemanan dan persaudaraan.
Ntah ini postingan "See you soon" yang keberapa ya, gw rasa terlalu banyak kehilangan dalam waktu 7 bulan ini, tapi postingan kali ini bukan gw yang mengucapkan see you soon untuk orang lain, tapi ini untuk diri gw sendiri yang tepat pada hari Jum'at tanggal 19- Agustus-2011 harus meninggalkan OpenRice Indonesia.
Jum'at :
Seperti biasa gw selalu jatuh cinta dengan hari Jum'at, karena hari Jum'at hari yang bersih menurut gw. Dan kebetulan hari Jum'at merupakan hari terakhir gw di kantor, engga perlu ditanya kan apa rasanya ninggalin kantor beserta isinya, karena rasanya sama kaya waktu gw kehilangan mereka yang sudah terlebih dahulu meninggalkan OpenRice atau JobsDB.
Paginya gw masuk dengan baju berwarna hitam berhubung last day jadi gw engga pakai seragam, gw baru sadar kalau setiap ada yang last day gw selalu pakai baju hitam "BlackShirt for Blackday" dari pagi gw kekantor perasaan gw udah mulai campur aduk, mulai dari ngerasa takut, sedih, stres, deg"an, seneng, dan lain-lainnya. Yang pertama kali terlintas dipikiran gw adalah "Gw harus pergi ninggalin mereka" teringat waktu gw kehilangan Papi lucu lalu hari ini harus gw yang meninggalkan kalian semua.
Karena hari ini bukan hanya gw yang last day jadi rasanya cukup tenang ketika gw tersadar bahwa Sugi sang SEO baru ini harus pergi juga, setidaknya gw engga harus berpamitan ke seluruh company sendirian kan..menjelang siang akhirnya gw memutuskan untuk makan bareng sama Lina dan Angela di Slipi jaya, seperti biasa kalau sudah duduk 1 meja dengan Angela engga mungkin kita bisa ngobrol serius karena pasti akan ada bercandaan absurd yang tercipta dari gw dan dia yang ditambah kehadiran cici Lina yang makin bikin suasana makan siang makin absurd dengan ketawanya yang membahana.
Setiap detik rasanya gw mau teriak karena sebenernya gw engga mau ninggalin kalian semua begitu aja, terlalu banyak kenangan yang gw dapet selama 7 bulan jadi pegawai disana, kalian adalah partner terbaik yang pernah gw temuin, dan bukan hanya sekedar partner dalam kerjaan tapi kalian juga partner hidup yang sungguh luar biasa, mungkin pamitan hari ini gw engga akan ngomong banyak sama kalian, karena gw percaya diluar sana kita pasti bakal terus ketemu :)

Posted on 5:05 AM by Saya Sasha

1 comment