Showing posts with label mí y la película. Show all posts
Showing posts with label mí y la película. Show all posts

Sunday, October 21, 2012


Like I said before...The next posting is about Love, Love from Fans to their Idols.

Seperti beberapa hal yang sudah gw bahas dipostingan gw sebelumnya, gw sudah banyak bicara dengan sahabat gw tentang Super Junior, ELF dll. Gw pun mengambil beberapa kesimpulan tentang arti Fans untuk para Idolanya, mungkin terdengan biasa saja tapi bagaimana kalau yang akan gw bahas ini tentang kecintaan para fans yang luar biasa sehingga mampu membuat Idola nya menangis ketika melakukan konser di beberapa Negara.

Awalnya gw hanya penasaran dengan para Boyband dan Girlband Korea yang selalu heboh dibicarakan dimana-mana, saking penasarannya akhirnya gw mulai mencari tau tentang mereka mulai dari artikel, video, atau bahkan langsung bertanya-tanya pada para fansnya, dan di postingan kali ini gw mau sedikit sharing dari hasil pembicaraan gw dengan sahabat gw (Salah satu ELF Indonesia), pertanyaan gw dimulai dari.

Gimana sih awal mulanya lo sampai bisa suka sama Suju (Super Junior) ?
Her : (Tidak semua hasil percakapan gw jabarkan lagi).
Awalnya karena gw pasang TV cable jadi suka nonton KBS world, awalnya cuma liat drama Korea, acara musik dll, sampai akhirnya tau tentang Girlband dan Boyband Korea, terus jadi sering cari-cari video tentang boyband dan girlband di Youtube, awalnya cuma suka lagunya dan karakter mereka di variety show, sampailah gw liat member Suju di variety show dan drama Korea, gw jadi makin penasaran karena Suju punya member banyak sampai 13 orang (untuk ukuran boyband 13 personil memang tidak biasa), tapi awal gw mulai tertarik sama Suju pas personil mereka berkurang 3 orang, dari situ gw penasaran dan makin cari tau, pas mulai proses pencarian tentang Suju di Youtube dan Google gw mulai hafal sama nama personilnya, pas gw liat video clip Bonamana (yang kebetulan lagi promo album baru) gw jadi makin suka karena Videonya keren, dan dari situ gw juga jadi tau kenapa 3 personil itu hilang, awalnya Kibum waktu promosi Sorry Sorry (Album ke 3) Kibum minta break untuk fokus di akting, lanjut ke Kangin pas mulai konser Super Show 2 Kangin kena masalah karena berantem di Bar walaupun akhirnya ketauan alasan Kangin berantem karena membela dirinya tapi imejnya sudah terlanjur jelek, tapi ternyata sebulan kemudian Kangin jadi korban tabrak lari oleh taksi, memang tidak luka parah tapi belakangan ketauan bahwa Kangin dalam kondisi mabuk lalu kembali imejnya jelek, jadi Kangin dihiatuskan total dan dipulangkan kerumah orang tuanya (kejadian Okt/Nov 2009). Setelah kasus Kangin pas Bulan Desember setelah hadir di acara penghargaan musik, Hangeng kabur dari Dorm dan pulang ke China besok paginya, Sejak saat itu Hangeng mengajukan surat pembatalan kontrak ke pengadilan, Hangeng bilang dia jadi banyak penyakit karena jam kerjanya yang tidak manusiawi, bahkan Hangeng sempat sembunyi selama 2 Minggu sebelum akhirnya Ibu Hangeng memintanya pulang kerumah, sampai sekarang hubungan member lain dengan Hangeng jadi kurang lancar, hanya Heechul yang masih keep contact dan beberapa kali bertemu dengan Hangeng karena mereka memang dekat. Waktu SUJU mau mengeluarkan album Bonamana para fans mulai bertanya-tanya Kibum dan Kangin akan bergabung atau tidak, sampailah pada waktu press confrence album Bonamana ternyata Kibum masih break dan Kangin memutuskan untuk mengikuti Wajib Militer, jadi album Bonamana sudah tidak ada Kibum, Kangin, dan Hangeng. Nah pas album Bonamana repackage keluar Bulan Juli, disitu ada lagu yang judulnya No Other, dan lagu itu bisa dibilang lagu cinta untuk ELF. Setelah denger lagu dan liat video clipnya di Youtube gw semakin jatuh cinta sama mereka, dan akhirnya menyebut diri gw sebagai ELF.

Apa arti Super Junior buat lo selama ini?
Her : Awalnya mereka penghilang stres gw, tapi sekarang mereka jadi artis favorit gw dan gw fans mereka, hubungannya ya take and give, mereka ngasih kesenangan, keceriaan, dan hiburan tersendiri buat gw. Sedangkan gw sebagai fans mereka ya berusaha untuk membahagiakan mereka dengan cara beli album original, download lagu secara legal dan bayar, berusaha keras bareng-bareng sama ELF lainnya supaya mereka bisa dapat penghargaan di Korea, nonton konsernya dll.

Apa arti cinta dan SUJU buat ELF?
Her : Arti cinta dan SUJU buat ELF itu besar banget, kita terbiasa dinyanyiin dan dibikinin lagu cinta setiap mereka ngeluarin album baru, atleast 1 lagu baru ditiap album mereka. Istilahnya hubungan kita selalu di refresh dengan lagu-lagu cinta itu, ELF juga sadar kalau arti kita buat SUJU itu penting, SUJU engga akan pernah lupa sama ELF dan mereka selalu ngucapin terima kasih banyak buat ELF dan selalu ngungkapin kalau ELF penting dan berharga buat mereka.

Terlihat dari semua jawabannya gw pun bisa merasakan betapa tulusnya cinta seorang fans kepada idolanya, tanpa berharap terlalu banyak dari mereka selain kesuksesan dari para idolanya. Akhirnya setelah beberapa hari ini gw banyak ngobrol dengan sahabat gw, ngeliat langsung para fans dari beberapa fandom, dan berada langsung diantara mereka semua, gw mulai merasakan besarnya rasa cinta mereka sebagai fans terhadap idolanya, walaupun mereka tidak bisa bersentuhan secara langsung tapi mereka percaya bahwa karya-karya dari sang idola mampu membuat jembatan tangguh agar mereka bisa saling berkomunikasi satu dengan lainnya.
Music can bring happiness..I believe that, gw bukan fans dari salah satu Boyband atau Girlband Korea awalnya, tapi setelah gw mendengar beberapa lagu dari mereka I mean SNSD, TVXQ, C.N Blue, dll. Gw langsung jatuh hati dengan musik yang mereka sajikan, bagi gw musik mereka sangat ringan dan memang sangat ear catching, sekali denger pasti nempel terus sampai akhirnya penasaran sama video clipnya dan terus berlanjut sampai penasaran sama sang artis secara personal, K-Pop like a Virus for me, you can't only hear it once.
Setelah konser kemarin gw akhirnya memilih jadi bagian dari SONE (walaupun tidak sah), awalnya karena memang gw suka lagu-lagunya yang ringan dan terdengar ceria, so you can hear and sing in every moment, tapi gw memang sudah jatuh hati sama salah satu personilnya yang bernama Hyoyeon dan Taeyeon sang leader, alasan kenapa gw memilih mereka adalah karena..
Taeyeon and Hyoyeon
Hyoyeon memang tidak memiliki fans sebanyak Yoona atau Taeyeon, dan justru itu jadi nilai plus buat gw, karena pada dasarnya gw tidak begitu menganut istilah Mainstream ketika memilih sesuatu, jadi gw memilih Hyoyeon yang basicnya tidak terlalu memiliki banyak fans (HAHAHAHA) tapi setelah gw ngeliat kemampuan dia ngedance gw pun mulai jatuh hati sama dia, bahkan ketika gw ngeliat Hyoyeon dibeberapa Variety show yang punya kepribadian engga jauh beda sama gw (Kepribadian ya bukan Muka :D) gw pun semakin jatuh terpuruk, lalu alasan gw memilih Taeyeon adalah everybody know's that Taeyoen voice was totally awesome so I pick Taeyeon because her ability to sing, ya engga apa-apa lah kalo harus Mainstream. Pada basicnya lagi gw memang kalau memilih sesuatu harus melihat dari kualitas bukan sekedar kuantitas yang tampilannya bagus tapi dalemnya engga penting sama sekali, jadi jangan harap gw bisa ngefans sama girlband atau boyband kacangan kaya yang sekarang beredar di sini, they don't even know how to created something big, if they don't understand the meaning of Quality better than Quantity.

Heechul and Kyuhyun.

Gw pun ternyata yang biasa saja terhadap SUJU (Tapi masih sering nyanyiin lagunya ko) pada kenyataannya sudah jatuh hati duluan sama Kyuhyun dan Heechul  sebelum gw tau bahwa Kyuhyun dan Heechul ternyata personil SUJU hahahaha, bahkan sekarang pun gw tertular mulai simpatik sama sosok Leeteuk sang Leader SUJU yang super duper karismatik ketika diatas panggung, Leeteuk memang sosok pemimpin yang luar biasa kalau menurut gw, sama seperti G.D yang harus mimpin 5 orang gila lainnya di Bigbang, FYI gw menganggap diri gw sebagai VIP (Fans BIGBANG) dan SONE (Fans SNSD) jangan tanya apa alasan gw suka dengan BIGBANG karena gw sendiripun akan tertawa terbahak-bahak ketika menceritakan awal mula gw suka BIGBANG, but then I give all my heart for Bigbang and Daesung :).
Leeteuk Super Junior.

Back to the point, keinginan gw menulis artikel ini berawal dari rasa salut gw yang luar biasa kepada para ELF, SONE, Aff(x)tion, Shawol, VIP dll, they teach me how to appriciate our idol's art work in every way, bahkan yang bikin merinding adalah mereka yang awalnya tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya bisa sebegitu akrab dan kompak ketika sedang menyebarkan cinta lewat teriakan fanchant dan ayunan lighstick sesuai dengan fandom masing-masing ketika sang idola sedang bernyanyi didepan mereka.
Bentuk cinta para ELF Indonesia untuk SUJU.
I wish I can be a great VIP just like my best friend (ELF), Elf mengajarkan banyak hal luar biasa buat gw ketika gw anak kemarin sore baru mau bergabung dengan para VIP Indonesia, dan salut gw untuk para Fans dari semua Fandom yang ada di Indonesia, satu yang gw harapkan dari para fans.. “Kalian bisa mencintai para idola kalian dengan segenap hati, kalian boleh melakukan apapun yang kalian suka dengan cara kalian sendiri, tapi saya rasa para Idola kalian tidak mengajarkan kalian untuk menjadi fans yang tidak baik dan egois, kalau ada yang menghina idola kalian saya rasa kalian tidak perlu menyerang balik mereka, toh idola kalian pun menganggap akan itu sebagai sebuah motivasi untuk membuat karya mereka bisa diterima oleh semua orang bahkan hatersnya, dan kalau sedang menonton konser akankah lebih baiknya kalau kita tidak egois dan merugikan orang lain, karena kita semua sama-sama fans mereka dan sama-sama berjuang demi menonton konser mereka, being a smart fans it's a good point. Bayangkan kalau kalian menghakimi orang lain dengan bawa-bawa nama idola kalian, pastinya imej yang kalian bangun selama ini hancur atau mungkin nama idola kalian pun jadi ikut negatif”.
Bukan bermaksud menggurui kalian yang sudah lebih senior, tapi gw sebagai orang luar yang baru mau masuk ke dunia kalian sudah berkali-kali melihat haters dari idolanya menyerang orang lain tanpa ampun, jadilah fans yang cerdas dan dewasa ya guys ^^, All I can said is I'm very proud to be a part of VIP and SONE Indonesia.

Posted on 12:40 PM by Saya Sasha

No comments

“ Music is very spiritual, it has the power to bring people together” ~ Edger Winter.


Musik buat gw pribadi adalah “Dunia” karena ketika gw memutar musik jenis apapun, artinya gw sedang menciptakan dunia gw sendiri dari serangkaian partikel-partikel dalam musik tersebut, gw pribadi bukanlah orang picik yang hobby mengkotak-kotak kan sesuatu, walaupun terkadang gw sering tanpa sadar menganggap remeh sesuatu, seperti contohnya Korean Pop atau K-Pop. Awal mulanya gw menganggap K-Pop merupakan musik kacangan yang tidak ada kualitas yang bisa dinikmati dan apa yang mereka sajikan hanya sekedar musik tanpa nyawa, tapi ternyata.....

Awalnya sekitar Bulan Mei atau Juni, ketika gw mulai kesulitan untuk tidur akhirnya gw memilih untuk menghabiskan waktu gw dengan mengunggah segala video dari Youtube, awalnya gw penasaran dengan video clip dari Bigbang yang sempat heboh beberapa waktu lalu, sebenernya sih gw sudah menyanyikan beberapa lagu dari SNSD, tapi ketika ditanya orang mengenai K-Pop gw selalu menyangkal bahwa gw tertarik dengan jenis musik mereka. Sampai akhirnya gw mulai menyaksikan beberapa Video Clip dari Bigbang dan mulai jatuh hati dengan jenis musik, suara, personil, Video dll. Gw melihat Bigbang yang memiliki konsep cukup berbeda dengan Boyband Korea kebanyakan seperti Super Junior, SHINee dll.

Tepat tanggal 22-September-2012 kemarin gw menyempatkan diri untuk menonton konser Smtown yang diselenggarai oleh Big Daddy, Smtown merupakan sebuah Management terbesar di Korea dan beberapa artis yang berada di bawah naungannya terbilang sukses bukan hanya di dalam Negeri tetapi juga sampai ke semua penjuru dunia, sebut saja Super Junior dan SNSD yang terbilang sangat sukses di berbagai Negara, alasan gw mau menonton konser ini adalah karena “Penasaran”, seperti yang tadi gw sebutkan bahwa gw memang sudah menyanyikan lagu SNSD sejak lama, jadi gw semakin penasaran ketika tau bahwa SNSD akan terlibat dalam konser ini, gw memaksakan diri untuk nonton hanya dengan berbekal Tiket Tribune yang gw beli secara mendadak.

Tribune 2B

Pengalaman luar biasa yang gw dapat sebelum dan setelah menonton konser SMtown cukup banyak dan salah satunya adalah “Rasa salut gw terhadapat Fans-fans dari SMfamily”, sehari sebelum konser berlangsung gw sempat chat dengan salah satu temen gw yang tergabung dalam Elf Indonesia, memang awalnya gw menganggap para Elf atau Fans lainnya cukup berlebihan, tapi hari itu cara pandang gw terhadap mereka berubah 360 derajat.

Uthe (Salah satu sahabat terbaik gw yang juga salah satu dari Elf) meminta izin dari gw untuk pindah dari Tribune ke Festival, dengan alasan dia mau melihat Leeteuk (Leader Super Junior) untuk terakhir kalinya sebelum sang idola absen selama 2 Tahun karena tanggung jawabnya sebagai Warga Korea untuk ikut Wajib Militer, Uthe terlihat sangat sedih ketika menceritakan segala alasanannya ke gw, karena gw tidak begitu tau bagaimana perasaannya saat itu akhirnya gw memutuskan untuk membiarkan Uthe pindah karena dia sudah merasa tidak kuat menahan rasa sedihnya.

Menganggumi seseorang secara fanatik memang belum pernah gw alami, bahkan bisa dibilang gw sangat-sangat jarang menganggumi artis/penyanyi sampai habis-habisan, mungkin terakhir kali gw melakukan itu ketik gw masih SMP-SMA ketika gw mulai menganggumi Kurt Cobain dan The beattles sampai aktif mengumpulkan segala pernak-pernik mulai dari poster, kaset, action figure, pin-up, kaos dll. Setelah itu gw sudah tidak melakukan hal-hal ekstrim untuk sebuah figur artis baik dalam Negeri maupun Luar Negeri (cukup lama ya hahaha). Back to Uthe, setelah akhirnya Uthe cerita apa alasan Uthe untuk pindah gw pun mulai merasakan betapa luar biasanya sosok Leeteuk dimata Uthe, sampai akhirnya gw mencari beberapa video di Youtube tentang Leeteuk, setelah gw menonton beberapa Videonya gw pun ikut menangis dan terharu ketika gw melihat sosok Leeteuk mulai bicara mengenai Super Junior, alasan gw menangis mungkin terdengar klise karena gw tidak bisa melihat laki-laki menangis, dan karena memang gw Melankolis sejati.
Mari kita skip bagian itu sebelum pada akhirnya gw kembali menangis hehehe, gw akan memulai cerita tentang pengalaman gw ketika konser dimulai, dan mungkin gw akan mengawali cerita dengan beberapa keluhan gw selama berada di GBK.

Pertama, ini adalah kali pertamanya gw menonton konser yang diselenggarakan oleh Big Daddy, awalnya gw kualahan ketika akan membei tiket secara online karena harus menggunakan Credit Card, akhirnya gw memutuskan untuk meng-Hold niat gw membeli tiket sampai gw mendapat kepastian Uthe dapat tiket dimana (Uthe beli tiket melalui Fanbase, jadi belum ada kejelasan menganai Tribune A/B) sampailah pada H-7, Uthe kembali memastikan apa gw akan tetap menonton Smtown atau tidak karena Uthe sudah mendapat kepastian bahwa dia mendapatkan tiket di 2B, then gw memaksakan diri untuk ke Gandaria City dan membeli langsung tiketnya di booth myticket, sampailah pada hari H (Sabtu, 22-Sep-2012) gw mulai pergi dari pagi karena harus menghadiri ajakan makan siang bareng, oh iya FYI gw hari itu memutuskan untuk pakai kaos yang gw sablon bergambar Hyoyen (Personil SNSD), setelah makan siang akhirnya gw mutusin buat ke FX untuk membeli makanan dan minuman untuk di GBK nanti sekalian ganti baju, sampai di FX sekitar jam 1 siang gw sudah melihat banyak sekali gerombolan anak-anak dibawah umur s/d Dewasa akhir mulai memenuhi FX dengan membawa tas besar berisikan bungkusan kado, poster, kipas dan segala atribut lainnya, bahkan kebanyakan dari mereka menggunakan kaos bertuliskan SUPER JUNIOR atau kaos warna Pink (Smtown/SNSD), gw mulai berdecak kagum melihat geromobolan tersebut.

Sampai akhirnya gw mulai berjalan menuju pintu tiket untuk ngantri bersama Ka Gero (Senior gw dikampus) dan teman-teman ka Gero lainnya, kekecewaan gw berawal dari pintu pertama dan diawali dengan antrian panjang dan tidak beraturan ditengah terik matahari, sebenernya ini pemandangan biasa di Indonesia semua orang mulai tampak egois dan acuh dengan peraturan bahkan perasaan orang lain, dorong-dorongan terjadi berkali-kali, belum lagi sampah berserakan dimana-mana, seharusnya pihak panitia bisa memberi penjelasan kepada mereka yang mengantri kenapa gerbang belum juga dibuka setelah lewat dari 1 jam dari jam seharusnya, ditambah kenapa line antrian tidak diatur sebelumnya sehingga bisa meminimalisir desak-desakkan ketika pintu dibuka? I really hate that moment, awalnya gw mulai putus asa dan hampir menyerah, tapi melihat para penonton lain yang mampu melawan rasa lelah dan panas demi sang idola gw pun seperti semangat kembali, ditemani dengan 1 lagu dari playlist di Ipod gw akhirnya gw kembali berdiri tegak dan menahan segala emosi gw dalam hati. Setelah lewat hampir 2 ½ jam kita antri akhirnya jam ½ 5 Sore pintu pun dibuka, ketakutan gw pun terjadi desak-desakkan mulai terjadi tanpa ampun, yang gw sayangkan adalah penonton disitu bukan hanya remaja atau orang dewasa bahkan ada anak dibawah 10 Tahun yang harus jadi korban desak-desakkan.

Unofficial Ligh stick SNSD
Setelah sampai didalam gw dan yang lainnya mulai mencari tempat duduk yang pas, akhirnya kita duduk ditangah-tengah supaya masih kelihatan layar dan panggungnya (walaupun terlihat kecil), setelah hampir sebagian penonton masuk saudara Uthe yang nonton di Tribune pun datang sambil membawa minum dan lightstick SNSD untuk gw (How sweet are you Sasha :*), ngomong-ngomong soal minuman oke kekecewaan gw berlanjut, konser ini memiliki 2 pintu masuk yang pertama pemeriksaan makanan dan minuman karena dilarang bawa kamera (SLR), makanan dan minuman, lalu lanjut pintu kedua yaitu pintu karcis mereka pun melarang minuman dan makanan masuk (alasannya gw kurang tau) oke kalaupun alasannya takut nyampah atau takut dilempar-lempar, lalu kenapa ketika penonton sudah ada didalam mereka masih menjual minuman? Terlalu banyak pengeluaran hari itu, setelah masalah minuman berlanjutlah pada kekecewaan gw terhadap penonton lainnya, setengah dari acara gw terpaksa bergeser ke kanan dan ke kiri karena kehalang 2 anak perempuan didepan gw yang SUPER EGOIS oh God...seandainya gw bisa marah mungkin mereka sudah terjadi keributan disana, but then I realize ketika gw memaki mereka dan membuat keributan lalu apa bedanya kami? Akhirnya gw menegur mereka dengan baik-baik.

Sayangnya mereka tidak mendengarkan kami (gw dan penonton dibelakang gw) yang sudah menegor mereka berkali-kali (haruskah gw menyebut mereka dari fandom mana?) I give you a clue, mereka fans dari salah satu Boyband, dan kalau kalian baca ini girls, I wanna tell you something “Dear both of you oh I mean you lil girl, can you change your personality? You can dance or singing everytime you want but please understand other people, kalau aja kita ketemu lagi disatu tempat jangan salahkan saya kalau saya tidak akan menghargai keberadaan kalian (Sorry to say)”. Mereka membeli tiket tirbune yang artinya bisa duduk dibangku yang sudah ada, kalaupun mau berdiri silahkan tapi tidak berdiri diatas bangku dan menghalangi penonton lain yang juga sudah membeli tiket dengan harga sama dengan kalian dan mengantri ditempat yang sama, kalau mau melihat / merekam mereka secara jelas kenapa tidak menabung untuk membeli tiket yang lebih mahal demi kepuasan batin kalian? Atau bisa bergeser ke arah tangga untuk berdiri semau kalian, konser berlangsung hampir 3 jam lebih dan setengahnya gw tidak bisa menonton jelas karena mereka.

Kekecewaan berikutnya adalah ketika pulang, seharusnya sekat di pintu pertama sudah dibuka agar memberi banyak ruang untuk para penonton yang ingin segera pulang, tapi karena sekat masih ada akhirnya antrianpun kembali terjadi, desak-desakkan pun kembali terjadi, ini gw jadikan pelajaran ketika nantinya gw akan menonton konser lain yang akan diselanggarakan oleh Big Daddy (Next Bigbang) semoga keluhan gw selama Smtown tidak terulang lagi di alive tour nanti (Amin..).

Setelah gw bongkar semua kekecewaan gw, mari kita beralih ke pengalaman luar biasa yang gw dapat selama konser berlangsung, Euphoria yang ada ketika semua bangku sudah terisi membuat gw yang masih anak kemarin sore didunia K-Pop sampai terpukai dan merinding, para fans dari segala fandom mulai meneriakkan yell-yell khusus yang pastinya berbeda antara satu artis dengan yang lainnya, memasuki pukul 6 Sore lampu-lampu dari lightstick mulai dinyalakan dan mereka kembali meneriakkan nama idolanya, bahkan Euphoria di GBK pun terasa ketika mereka meneriakkan Indonesia...Indonesia berkali-kali (Sweet). Ketika lampu dari lightstick mulai menyala gw mulai merasa merinding karena melihat para Cassiopeia (Fans dari TVXQ/DBSK) mulai berteriak-teriak dengan memainkan lightstick nya yang berwarna merah, lalu disambut teriakan para Elf (Fans Super Junior) dengan lightstick warna Biru, bukan cuma itu bahkan Sone (SNSD), Jumping BoA (BoA), Aff(x)tion (F(X)), Shawol (SHINee), Exotics (EXO) mulai bergantian berteriak-teriak, semua fans terlihat seperti keluarga dan tidak terlihat membeda-bedakan mana yang idolanya mana yang bukan, semua sama dimata mereka.

Pic from Google.
Kekompakkan para fansnya bener-bener bikin gw terperangah hahaha, biasanya kalau nonton konser kan pasti konser tunggal artinya fansnya ya satu jenis, kalau ini artisnya banyak dan fansnya pun jadi satu, itulah yang ngebuat gw sebegitu salutnya sama para Elf, Sone, Shawol, Aff(x)tion, Jumping BoA, Exotics dll, mereka mengajarkan bagaimana cara menghargai satu sama lain walaupun mereka berbeda-beda, ditambah lagi mereka mengajarkan gw bagaimana cara mereka mencintai idolanya dengan cara yang benar dan seharusnya, rasanya gw juga mau jadi bagian dari Sone Indonesia hahahaha, By the way Super Junior totally awesome. Gw juga mau menceritakan betapa salutnya gw dengan Elf dan Fans lainnya di postingan kedua gw nanti, sekali lagi walaupun gw sedikit kecewa dan kurang puas dengan konser kemarin tapi setidaknya gw bisa merasakan besarnya cinta para fans untuk sang Idola, by the way Happy birthday Hyoyeon..Saranghe :).  

Posted on 11:22 AM by Saya Sasha

No comments

Wednesday, March 28, 2012


Poster The Raid

The Raid Redemption yang di sutradarai oleh Gareth Evans ini sedang menjadi topik yang cukup ramai di perbincangkan di beberapa social media seperti twitter dan facebook, tentunya banyak hal positif yang menjadi pembahasannya. Karya anak Bangsa yang satu ini memang termasuk dalam rentetan film Dalam Negeri yang terbilang sangat sukses dan mampu mengembalikan reputasi perfilman Indonesia.

The Raid yang di bintangi oleh Iko Uwais sebagai Rama yang merupakan anggota dari tim Polisi diceritakan sebagai sosok yang cerdas, tegas dan tenang ini mendapatkan tugas untuk menyerbu markas persembunyian dari para penjahat kelas dunia yang berbahaya. Apartemen yang digunakan sebagai markas besar para penjahat ini dianggap tidak tersentuh oleh Polisi, namun secara diam-diam para tim ke Polisian mempersiapkan sebuah strategi untuk menyergap persembunyian tersebut, Joe Taslim yang berperan sebagai Jaka mulai mempersiapkan timnya yang juga akan bekerja sama dengan Letnan Wahyu yang diperankan oleh aktor Pierre Gruno, namun ternyata setelah melakukan penyerbuan secara diam-diam mereka malah terjebak di dalam apartemen tersebut. Mereka di kepung di dalam apartemen dibawah perintah Tama Riyadi yaitu gembong narkotik yang dikenal kejam dan merupakan penguasa di gedung apartemen tersebut, Tama yang diperankan oleh Aktor Senior Ray Sahetapy ini diperkuat oleh Mad Dog si anjing gila yang diperankan oleh Yayan Ruhian serta Andi atau Donny Alamsyah yang juga merupakan kaka dari Rama.

Film dengan genre Action, Crime dan Thriller ini pertama kali di publikasikan pada Festival Film International Toronto (TIFF) pada tahun 2011 lalu,The Raid yang menjadi film pembuka untuk kategori Midnight Madness ini mendapat sambutan yang baik terbukti dari mendapatkannya penghargaan The Cadillac People Choice Midnight Madness Award, dan bukan hanya itu The Raid juga menjadi salah satu dari 11 film yang menjadi Spotlight dalam Festival Film Sundance di tahun 2012 dan diikuti juga dengan terpilihnya menjadi penutup sesi FrightFest dalam Festival Film Glasgow 2012 (wikipedia).

Salah satu adegan Rama (Iko Uwais)
Film yang dirilis pada 21 Maret 2012 (Indonesia) ini berdurasi 101 menit, adalah hasil kerja sama antara Gareth Evans dan Iko Uwais setelah film aksi mereka yang berjudul Merantau pada tahun 2009 terlihat kesamaan yang cukup terlihat dari kedua film ini yaitu menampilkan seni bela diri tradisional Indonesia pencak silat di setiap tata laga mereka. Untuk music yang ditampilkan di film ini Sony Pictures Worldwide Acquisition sudah mendapatkan hak pendistribusian film ini untuk Negara Amerika Serikat dan mendapat bantuan dari Mike Shinoda (Anggota Linkin Park) untuk menciptakan musik latar pada film ini, lalu Film ini dirilis di Amerika Utara oleh pihak Sony Pictures dengan judul The Raid : Redemption. Hak pendistribusian untuk Negara-negara lain juga telah dijual salah satunya di Inggris (Momentum), Peranci (SND), Jepang (Kadokawa) dan masih ada beberapa Negara lainnya.
Film The Raid sudah menerima banyak komentar dari beberapa kritikus dunia, dan salah satunya adalah Gary Goldstein yang menilai film ini kaya akan adegan laga yang mengejutkan, bahkan Gary tidak segan memuji kemampuan Gareth Evans dalam menyajikan visualisasi menakjubkan yang bisa membuat penonton tak teralihkan.

“Ini melelahkan, menggembirakan, hal-hal memukau yang tidak boleh dilewatkan oleh penggemar film yang dibuat dengan penuh enerjik,” Ujar Gary Goldstein.

The Raid (Twitter)
The Raid juga diputar di 14 bioskop di Amerika Serikat, dan semenjak diputar di Negeri Paman Sam, The Raid dengan sukses mengantongi pendapatan sekitar Rp 2 Milyar. The Raid juga masuk dalam daftar film Box Office Amerika dan mampu mengungguli Mission Impossible-Ghost Protocol yang mengumpulkan pendapatan sebanyak USD 183,482 pada periode 23-25 Maret 2012.

Gareth Evans mampu membangkitkan kembali keterpurukan film Indonesia yang sempat mati suri beberapa Tahun ini, respon postif yang di sampaikan oleh masyarakat mampu membawa nama baik Indonesia kembali terdengar di dunia hiburan khususnya dunia Perfilman, dan semoga saja setelah The Raid mampu bertahan lama sebagai film yang menggemparkan banyak sutradara-sutradara muda lainnya yang mampu membuat film seperti The Raid.



Review Personal :

Menurut gw pribadi Film ini termasuk dalam kategori wajib tonton, gw memang bukan penggemar sejati film-film Indonesia bahkan gw selalu memilih untuk tidak menonton film Indonesia di bioskop (lebih baik nonton di TV atau DVD) tapi The Raid mampu bikin gw berdecak kagum karena alur ceritanya yang memang seru serta adegan-adegan fightingnya yang menegangkan, standing ovation untuk The Raid dan Evans atau kesuksesan film ini, semoga saja perfilman Indonesia bisa bangkit lagi dan terus membaik, BRAVO The Raid dan om Ray Sahetapy yang seperti biasa memukau, serta Iko Uwais dan dan Yayan Ruhian yang membuat gw tercengang.

Rate : 8,5 * RECOMMENDED movie


Posted on 5:11 AM by Saya Sasha

No comments

Sunday, September 18, 2011

Going The Distance..

Erin (Drew Barrymore)yang awalnya berprofesi sebagai seorang penulis lepas di sebuah media cetak besar di New York bersama dengan Brandy (Natalie Morales) yang merupakan partner kerjanya, mereka berencana untuk meninggalkan kantor sejenak untuk sekedar menghabiskan waktu di sebuah bar kecil yang cukup ramai, Erin yang sedang asik bermain dengan sebuah mesin game mulai dipertemukan dengan sosok Garret (Justin Long) yang baru saja putus dengan kekasihnya Brianna (Kelli Garner) hanya karena Garret sangat tidak mengerti Brianna yang hari itu sedang berulang tahun.

Garret memulai perkenalannya dengan Erin yang ternyata pemilik dari Nick Name ERL yang menjadi top score di mesin game favorite mereka berdua, Garret ingin mentraktir minum Erin sebagai ganti karena Garret sudah membuat Erin gagal mengalahkan Top Score tertinggi. Erin tidak hanya mengenal sosok Garret tetapi juga mengenal dua sahabat Garret yaitu Dan (Charlie Day) dan Box (Jason Sudeikis), mereka menghabiskan malam bersama-sama di bar tersebut hingga akhirnya Erin dan Garret harus berada disebuah situasi yang membuat mereka akhirnya mulai bermesraan dirumah di tempat tinggal Garret (New York).

Sampai akhirnya hubungan mereka semakin dekat satu dengan yang lainnya, namun keadaan Erin yang hanya tinggal di New York sementara menjadi penghalang hubungan mereka, Erin yang hanya menjadi penulis lepas selama enam minggu harus mengakhiri masa internshipnya dan meninggalkan Garret untuk kembali ke San Francisco, ternyata kedekatan mereka selama 6 minggu cukup membekas sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan jarak jauh.

Awalnya mereka berfikir bahwa hubungan jarak jauh bukanlah suatu masalah besar, namun sampailah pada titik dimana kesibukkan mereka serta rasa saling percaya yang semakin menipis membuat timbulnya konflik-konflik kecil dalam hubungan mereka,setelah berbulan-bulan lamanya mereka menjalin hubungan jarak jauh sampailah pada titik Erin harus mengambil keputusan mengenai hubungan mereka, setelah mendapat keputusan dari kakanya Corrine (Christina Applegate) akhirnya Erin memutuskan untuk tidak mengambil tawaran pekerjaan disebuah media cetak di San Fransisco dan memilih untuk ikut bersama Garret di New York, namun setelah mengalami sedikit perdebatan dengan Garret akhirnya mereka memutuskan untuk tidak meneruskan hubungan jarak jauh ini, setelah lama tidak bertemu akhirnya Garret mulai mengambil keputusan besar dalam hidupnya yaitu meninggalkan pekerjaannya dan beralih menjadi manager untuk sebuah band baru yang bernama The Boxer Rebellion dan pindah ke LA yang jaraknya tidak jauh dari San Fransisco, dan Garret akhirnya bertemu lagi dengan Erin di konser The Boxer Rebellion serta memutuskan untuk kembali berhubungan walaupun harus terpisah kota.

Going the Distance merupakan salah satu film bergenre Drama Comedy yang terbilang sukses, karena ceritanya yang sangat ringan mampu membuat para penonton merasa ada di bagian cerita tersebut, film yang dibintangi oleh Drew barrymore dan Justin Long ini sudah tayang sejak 3 September 2010 lalu. Kisahnya yang terbilang unik membuat film ini menjadi pilihan favorite bagi beberapa penggemar film-film bergenre Drama Comedy.


Cerita dibalik sebuah "Cerita" :

Similar Story ada sebuah cerita dibalik film ini, gw akuin gw bukanlah pecinta film drama bahkan boleh dikatakan gw alergi film drama karena gw si cengeng yang mudah menangis walau hanya karena sebuah film atau sinetron, tapi setelah nonton sendiri film Going the distance gw pun seolah kembali kemasa lalu dimana gw adalah Erin yang harus menjalin hubungan jarak jauh karena tuntutan pendidikan, mungkin gw harus berkaca bahwa seharusnya hubungan jarak jauh pun bisa berjalan normal asalkan kita bisa saling mendukung dan percaya satu dengan yang lainnya, gw sangat merasakan alur ceritanya yang seolah menarik gw kedalamnya. Sangat berlebihan pendapat gw, tapi percaya atau tidak gw perlahan mulai menyukai film ini karena ceritanya yang ringan serta menarik bikin gw engga akan pernah bosen nonton film ini.

Rate : 6 Bintang :D

Posted on 11:54 AM by Saya Sasha

No comments

Friday, May 20, 2011

Film Sanctum yang merupakan sebuah karya terbaru dari James cameron ini memang luar biasa bikin penasaran, pertama liat trailernya saja pasti orang sudah tertarik untuk melihat sinopsisnya, setting tempat yang digunakan adalah Papua Nugini Indonesia.

Film yang dibintangi oleh Richard Roxburgh sebagai Frank, Ioan Gruffudd sebagai Carl yang merupakan atasan atau boss dari Frank, dan Rhys Wakefield sebagai Josh yang merupakan anak dari Frank, menceritakan mengenai Frank yang merupakan seorang petualang dengan mimpinya yang cukup gila memang selalu menghabiskan waktunya dengan cara berpetualang ke tempat-tempat yang belum dikunjungin oleh orang-orang, sampai pada akhirnya Carl yang merupakan boss dari Frank ini mulai mengadakan penelitian di sebuah Gua yang merupakan gua terbesar di seluruh dunia, gua esa ala yang terlihat indah ini memang luar biasa menakjubkan namun mereka harus menjelajahi gua tersebut dengan jalan masuk yang sangat minim sekali, butuh berbulan-bulan untuk Frank menjelajahi gua ini.

Namun ketika badai tropis mulai menghantui Papua, mau tidak mau mereka harus menghadapi kejadian-kejadian alam yang tidak terduga, karena setelah badai besar gua tersebut harus diterjang oleh derasnya air sungai yang memasuki gua serta menghancurkan beberapa alat komunikasi antara mereka yang berada di dalam gua dan mereka yang berjaga-jaga diluar gua. Kepanikan yang terjadi didalam gua benar-benar menghasilkan ketegangan yang luar biasa bagi penontonnya, bayangkan saja kita harus menyaksikan perjuangan Frank, Carl, Josh, George, Victoria, Luko, Judes yang harus berjuang untuk tetap bertahan dengan segala keterbatasan yang mereka miliki, resiko yang mereka hadapi cukup besar karena sedikit saja kesalahan yang mereka lakukan mungkin akan berakibat hilangnya nyawa mereka.

Judes yang merupakan teman dekat Frank harus mati karena selang oksigennya putus saat harus melewati bebatuan yang sangat sempit demi mencari jalan menuju lautnya, mereka semua harus bisa bertahan di keadaan yang sangat mengerikan. Banyaknya resiko yang mereka hadapi akhirnya membuat mereka harus kuat menghadapi semua kejadian-kejadian alam didepan mereka, satu-persatu mereka harus gugur ditengah jalan karena melakukan kesalahan kecil, sampai akhirnya Frank dan Carl yang pada awal cerita terlihat tidak terlalu akur ini harus mengalahkan ego nya masing-masing untuk saling membantu dan menjaga diri sendiri dan yang lainnya, pada akhir cerita Frank harus gugur karena perbuatan Carl yang kesal atas sikap Frank sehingga Frank harus memberikan semangat untuk Josh agar bisa menyelesaikan mimpi sang ayah untuk bisa menyelesaikan ekspedisi ini.

Menurut saya film ini memang terlalu banyak menguras tenaga para penontonnya, bayangkan saja dari pertengahan cerita hingga akhir cerita kita harus melihat banyaknya ketegangan yang terjadi karena alam dan kecerobohan mereka, tapi secara keseluruhan film ini merupakan film dengan setting tempat terbaik dari semua film yang ada, dengan suguhan cerita yang tidak membosankan. Mengenai Ending dari cerita ini memang cukup mengecewakan karena dipertengahn cerita saya sudah dapat menebak Ending dari film ini.


Posted on 8:23 AM by Saya Sasha

No comments

Sunday, February 27, 2011

Yaayyy Ketemu sabtu it's time to myself and I wohooooo.......
Pengennya nyalon atau sekedar ngabisin waktu di coffee shop terus internetan sampai bodoh, tapi ko rasanya males banget ya mau keluar rumah, tapi pas banget si ayah yang lagi nyuekin gw gara" gw lembur ngajak gw makan siang diluar sama ibu, akhirnya kita makan di Junction terus pulangnya si ayah cuci mobil, pas banget lagi nunggu si ayah cuci mobil tiba-tiba gw kepikiran buat ngabisin hari ini buat nonton DVD sampai pagi, karena udah ketinggalan banget banyak film :(.
Sampai rumah akhirnya gw mutusin buat ke Video Ezy terdekat buat nyewa DVD tapi emang dasar sial film barunya banyak yang keluar, akhirnya gw pilih beberapa film yang emang pengen gw tonton. Film pertama yang gw pilih adalah film

* The Collector : Film yang berjenis Horror, Thriller ini di buat pada tahun 2009, alesan gw milih film ini adalah gw pecinta film-film Thriller atau Horror FYI Horror yang dimaksud adalah Horror luar Negeri ya bukan dalam Negeri (bisa mati berdiri gw) bagi gw genre film" kaya gini adalah film yang paling bisa dinikmatin deh, alur ceritanya dapet tegangnya dapet bgt.

* Rumah Dara : Rumah Dara salah satu film Indonesia Favorite gw sampai detik ini, alesannya ya sama seperti yang diatas, gw tertarik banget sama film ini karena pemainnya dan alur ceritanya yang luar biasa menegangkan film yang dirilis pada tahun 2009 ini memang juara bikin stres, karena pertama nonton deg-degannya terasa banget walaupun sebenarnya gw engga begitu tertarik dengan ending dari filmnya sendiri karena terlalu biasa menurut gw.

* Love n Dancing : Love n Dancing adalah film yang bergenre Drama, Romance Film yang dibintangi Jessica Donovan, Jake Mitchell dan kent Krandel ini menjadi pilihan gw karena Film ini mengusung cerita tentang Dancing, selain Thriller dan Horror film-film Dancing atau Art adalah pilihan penting juga buat gw. Art = Me :D

* Cint(T)a : Pertam kali ngeliat Cover dari DVDnya aja gw udah tertarik banget, sisi melankolis gw mulai bicara oh God baru aja ngeliat Covernya gw udah tersentuh luar biasa *aga sedikit lebay* tapi ini lah kenyataannya, Film drama romantis adalah genre yang paling jarang gw tonton karena sisi melankolis gw kuat banget, jadi setiap nonton film drama gw pasti nangis, That's why gw paling anti diajak nonton film drama di Bioskop :D.

* Paranormal Entity : Film yang satu ini adalah film yang paling bikin gw keseelll luar biasa, dulu waktu film ini baru keluar di Blitz Megaplex orang pada heboh ngebahas film ini, katanta serem bikin tegang sampai pada teriak" waktu nonton, karena gw penasaran banget akhirnya gw coba nonton sendirian dikamar dan ternyataaaa *Sigh film ini engga ada seru-serunya sama sekali, film yang berdurasi kurang lebih 80 menit ini menceritakan tentang video dokumenter yang memperlihatkan sebuah penampakan di rumah sebuah keluarga yang baru saja ditinggal pergi oleh suaminya. Menurut gw film ini engga banget karena terlalu bertele-tele dan berlebihan banget.

Untuk urusan Film gw memang sangat kritis, karena gw suka banget nonton film apapun walaupun gw aga males nonton Drama tapi kalau memang filmnya berkualitas gw pasti nonton, Untuk Film Indonesia sendiri gw kurang begitu ngikutin hanya beberapa film Indonesia yang gw tonton. Gw terlalu kecewa sama Perfilman Indonesia yang mulai Jatuh sejak tahun 2008 semakin banyak film-film yang hanya mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas.
Ya hanya sekedar menyampaikan suara hati saja lah kenapa gw lebih menikmati film-film export dibandingkan import karena gw memilih menyaksikan kualitas luar biasa dan bukan hanya sekedar kuantitas.
Tapi engga ada salahnya kita tetep dukung film-film Indonesia, karena gimanapun juga hanya kita yang bisa melestarika semua hasil karya anak Bangsa. Doa gw adalah semoga perfilman Indonesia bisa segera kembali pulih dari penyakit "sekedar mengikuti pasar tapi tidak memikirkan pasar" *aamiiinnnn

Posted on 3:28 AM by Saya Sasha

No comments